Inotek Vub Jagung Hibrida Balitbangtan Jangkau Bumi Animha Merauke | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Inotek Vub Jagung Hibrida Balitbangtan Jangkau Bumi Animha Merauke

Papua Selatan Penulis  Jumat, 08 Desember 2017 21:20 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Papua dalam kiprahnya berupaya memperkenalkan teknologi pertanian kepada stakeholder di Bumi Animha. Salah satunya adalah program unggulan yaitu mendukung perwujudan kawasan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan Papua yang merupakan program Nawacita Presiden Republik Indonesia. Berbagai input teknologi telah diupayakan untuk meningkatkan produksi dan produktivtas khususnya untuk komoditas Padi, Jagung Dan Kedelai (PAJALE).

Demikian dikemukakan Kepala Balintbangtan DR, Ir, Muh Sakir,MS dalam press release yang diterima ARAFURA News. Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Merauke dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dalam merealisasikan tantangan tersebut sehingga berhasil menjadi lumbung pangan bukan hanya regional dan nasional tetapi menjadi kelas dunia. Harapan sekaligus tantangan ini telah diupayakan dan ditindaklanjuti oleh BPTP Balitbangtan Papua melalui kemitraan dengan berbagai stakeholder antara lain Universitas Musamus, STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura, Politeknik Yasanto, SMK Negeri 1 Tanah Miring.

“Bersama stakeholder tersebut memiliki tanggungjawab dan salah satu tupoksi BPTP Papua yakni menginovasikan berbagai teknologi pertanian ketingkat pengguna khususnya petani padi, jagung dan kedelai,”ungkap Ahli Peneliti Muda pada BPTP Balitbangtan Papua, Ir. Herman Masbaitubun, MSc, Kamis (7/12/17)

Dikatakan, salah satu komoditas strategis dan telah dilakukan gerakan tanam perdana pada tanggal 11-12 Agustus 2017 melalui kegiatan demplot farming (demfarm) budidaya jagung hibrida Balitbangtan menggunakan 4 (empat) varietas unggul baru. Inovasi teknologi yang diterapkan yakni penggunaan VUB jagung hibrida, sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam untuk masing-masing varietas Bima 19 URI, Bima 20 URI dengan jarak tanam 100-50x20 cm, varietas Nasa 29 dengan jarak tanam 100-50x25 cm, sedangkan untuk varietas Bisi-2 menggunakan jarak tanam 100-70x20 cm yang merupakan kontrol petani.

Selain itu, dilakukan pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik (kotoran ternak 2 t/ha) sedangkan anorganik (pupuk NPK phonska 400 kg/ha dan Urea 200 kg/ha), pengairan berselang, pengendalian orgnisme pengganggu tanaman (OPT), panen dan pasca panen tepat waktu. Implementasi kegiatan demfarm VUB jagung pada lahan seluas 3,25 ha bersama kelompok tani Berkah berlokasi di Kampung Kartini Distrik Jagebob Kabupaten Merauke.

Karena lokasi kegiatan merupakan lahan kering beriklim kering sehingga untuk memacu petumbuhan awal diaplikasi pula pupuk cair jenderalium dengan aplikasi 600 ltr/ha dan hormon perangsang tumbuh (merek dagang Jimi Hantu dengan aplikasi dosis 1,5 ltr/ha). Dilakukan pula pemanfaatan lorong (intercropping) diantara tanaman karet muda (umur 2-3 tahun) seluas satu hektare dengan menggunakan varietas Bima 29 URI. Kegiatan demfarm jagung yang dilaksanakan semata-mata untuk mendampingi program 1000 ha yang dilaksanakan Pemda Merauke dalam hal ini oleh Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke.

Sebagai wujud nyata keberpihakan kepada petani khususnya kelompok tani Berkah karena pada saat tanaman sudah di lahan terjadi pergeseran iklim yang begitu ektrim yakni terjadi musim kemarau panjang. Namun pada tanggal 6 Desember 2017 dilakukan acara temu lapang dan panen bersama yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai stakeholder antara lain Dinas Tanaman Pangan Merauke, BP4K, BPS Kabupaten Merauke, Kapolsek Distrik Jagebob, Babinsa Distrik Jagebob, DanPos 755 Yalet Pos Jagebob, Kepala Kampung Kartini, Kepala Distrik Jagebob, Kepala SMK 1 Neg. Jagebob, Kepala SMK Neg. 1 Tanah Miring, Mantri Tani Distrik Jagebob, Kepala BBU Kamnosari, PPL Nalkin, PT Jimi Hantu, serta Kelompok Tani Berkah dan petani jagung d wilayah Distrik Jagebob.

Sementara itu, untuk memperbaharui data produksi dan produktivitas komoditas jagung di Kabupaten Merauke telah dilakukan pengubinan dengan ukuran 2,5x2,5 m oleh BPS Kabupaten Merauke dan diperoleh hasil masing-masing untuk varietas NASA 19 produksi sebesar 9,3 t/Ha berat kering panen, sedangkan untuk varietas BIMA 20 produksi sebesar 6,3 t/Ha berat kering panen.

“Harapan bersama kedepan dapat dikembangkan dua varietas unggul baru jagung hibrida Balitbangkan tersebut, sehingga dapat terwujud impian bersama menjadikan Kabupaten Merauke sebagai sentra lumbung pangan dunia,”tukasnya.

Dibaca 789 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.