Kasus Pemukulan Wartawan Biak | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Kasus Pemukulan Wartawan Biak

Headline Penulis  Selasa, 12 Mei 2015 11:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Polda Tunggu Disposisi Pimpinan

Jayapura,- Kepolisian Daerah Papua mengklaim tengah menunggu disposisi Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mengenai tindak lanjut dari pelaporan kasus dugaan pemukulan terhadap wartawan Cenderawasih Pos, Viktor Palembangan yang dilakukan Bupati Biak, Thomas Ondi, ketika melakukan peliputan di Posko korban kebakaran Pasar Inpres Biak, Sabtu (9/5) sore.
“Kami tunggu rekomendasi pelimpahan dan masih menunggu Disposisi bapak Kapolda,” tegas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat ditemui sejumlah awak media diruang kerjanya, Senin (11/5) siang.
Patrige menilai kasus pemukulan tersebut merupakan kasus pidana ringan yang bisa ditangani oleh penyidik ditingkat Polsek. Hanya saja karena melibatkan pejabat Publik, pihaknya masih menunggu koordinasi Kapolres Biak Numfor, AKBP Hadi Wahyudin.
”Kami masih menunggu penilaian Kapolres apakah kasus ini perlu dilimpahkan atau tidak. Sebab kasus ini tindak penganiyaan ringan yang bisa ditangani Polsek, hanya saja karena berkaitan dengan pejabat public, sehingga kami menunggu proses selanjutnya,” kata Patrige.
Viktor dipukul Sabtu (9/5) saat meliput korban penampungan kebakaran yang terletak di Sanggar Kegiatan Belajar Ridge, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Insiden pemukulan itu ditengarai akibat pemberitaan menyangkut peristiwa kebakaran di pasar Inpres pada Kamis (7/5) lalu.
Sementara itu, Yonathan selaku Pimpinan Redaksi Cenderawasih Pos mendesak pihak Polres Biak Numfor agar melimpahkan kasus pemukulan salah satu wartawannya ke Polda Papua untuk proses hukum selanjutnya.
“Kami berharap kasusnya di limpahkan ke Polda Papua karena pasti akan sulit bagi Polres setempat untuk menyelesaikan kasus ini,  sebab yang menjadi pelaku adalah orang nomor satu di Biak," katanya.
Pimpinan Redaksi Cenderawasih Pos juga menyatakan menyerahkan kasus pemukulan spenuhnya ke pihak Kepolisian. “Yang jelas proses hukum kami sudah serahkan ke kepolisian, masalah upaya damai itu sudah menjadi kewanangan kepolisian,” tegas Yonathan usai mengikuti aksi unjukrasa di Taman Imbi Kota Jayapura, Senin (11/5).
Dalam pemberitaan Harian Pasific post sebelumnya, Bupati Kabupaten Biak Numfor Thomas Ondy, Sabtu (9/5) kemarin dilaporkan ke Kepolisian Resort Biak atas dugaan penganiayaan terhadap Vikktor Palembangan, salah satu wartawan media cetak di Papua.
Diduga penganiayaan itu dipicu karena Viktor Palembangan tidak memuat upaya Pemerintah Kabupaten Biak dalam penanganan korban kebakaran Pasar Inpres dalam tulisannya, hingga Bupati setempat ditegur oleh Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen. (Syaiful)

Dibaca 710 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.