Kapolda : Semua Daerah Yang Melaksanakan Pilkada Rawan Konflik | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar. Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Kapolda : Semua Daerah Yang Melaksanakan Pilkada Rawan Konflik

Headline Penulis  Jumat, 01 Desember 2017 19:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, mengungkapkan daerah yang melaksanakan pemilihan kepada daerah di provinsi Papua merupakan semua daerah yang rawan terjadinya konflik.

“Kami mengganggap semua Kabupaten di Provinsi Papua yang melaksanakan pemilihan umum daerah ada potensi kerawanan, jadi kami anggap semua punya kerawanan, oleh kerana itu dengan sikap seperti itu kami tidak berprasangka buruk, kalau saja bilang ini tidak rawan dan sebagainya, itu kami tidak mau,” ungkapnya Kamis (30/11/17) Siang.

Kata Boy, pihaknya sejauh ini terus bekerja keras dan tidak ada kata untuk bersantai santai demi memberikan pemaham kepada masyarakat yang pada hakikatnya belum memahami arti demokrasi yang baik sehingga tidak diperalat demi kepentingan oknum-oknum tertentu.

“Karena ini Papua, jadi kita harus jaga dan kawal baik-baik masyarakatnya, dijaga, diajak untuk berdemokrasi yang baik, ditingkatkan kesadaran hukumnya, tidak harus begitu terus, jadi kita belum bisa santai-santai dulu sekarang dan kami harus bekerja keras. oleh karena itu semua harus di ketegorikan daerah rawan agar kita bisa mengantisipasi yang semaksimal mungkin terhadap kondisi yang ada di setiap-tiap kabupaten,” tuturnya.

Kata Boy, ada tiga kabupaten yang menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan pemilihan di provinsi Papua pada tahun 2018 mendatang yakni kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah, dan kabupaten Puncak.

“Daerah yang ada di Pegunungan akan menjadi perhatian khusus Polda Papua, untuk mencegah kasus seperti yang telah terjadi di Kabupaten lainnya saat melaksanakan pemilihan sebelumnya,” ungkapnya.

Menurut Boy, dalam penanganan khusus di tiga kabupaten nantinya di setiap TPS akan ditempatkan anggota empat hingga lima personil.

“Tempat yang kami anggap memiliki potensi kerawanan kami taruh anggota empat sampai lima orang, sementara daerah yang tidak terlalu memiliki kerawanan anggota akan melakukan patrol saja sambil memantau kondisi jalannya pemilihan,” ungkapnya.

Dibaca 585 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.