Bapemperda DPRP Usulkan 9 Raperda Dalam Paripurna Non APBD 2018 | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua, Emus Gwijangge. Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua, Emus Gwijangge.

Bapemperda DPRP Usulkan 9 Raperda Dalam Paripurna Non APBD 2018

Headline Penulis  Senin, 27 November 2017 22:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua bakal mengusulkan 9 raperdasi dan raperdasus untuk dibahas dalam Rapat Sidang Paripurna DPR Papua, yang tak lama lagi ini akan digelar.

Hal itu dikatakan, Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua, Emus Gwijangge kepada Wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/11/17) siang.

Dijelaskannya, jika 9 raperda itu, terdiri dari 4 raperda insiatif DPR Papua dan 5 raperda yang diusulkan oleh Pemprov Papua.

 “Ada 9 raperda yang akan kami ajukan dalam sidang Non APBD tahun 2018,” jelas Emus Gwijangge.

Emus memaparkan, jika dari 5 raperda inisiatif DPR Papua itu, diantaranya 1 raperdasus tentang Penghormatan Hari Ibadah dan 4 raperdasi yakni tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan, Penanggulangan Narkoba, Penyelenggaraan PON XX dan Pekan Paralympic Nasional XVI tahun 2020 di Papua.

Sedangkan 4 raperda inisiatif eksekutif diantaranya 1 raperdasus tentang Perubahan Kedua atas Perdasus Nomor 25 tahun 2013 tentang Penerimaan dan Pengelolaan Keuangan Dana Otonomi Khusus dan 3 raperdasi tentang Perseroan Terbatas Papua Disvestasi Mandiri, Pemberian Insentif, Kemudahan Investasi dan Kepegawaian Daerah.

 “Raperdasi dan raperdasus ini, sudah final dan sudah dibahas serta diharmonisasi, tinggal diajukan dalam Bamus DPR Papua,”  paparnya.

Kata Emus, jika nantinya Bamus DPR Papua menyetujui, maka pada 29 Nopember 2017, akan diajukan dalam rapat paripurna DPR Papua untuk ditetapkan menjadi regulasi dan digunakan kepada masyarakat umum.

Hanya saja, kata Emus, pihaknya memperkirakan jika raperdasus tentang Penghormatan Hari Ibadah ini, kemungkinan besar akan ditunda dahulu dalam sidang tersebut, lantaran naskah akademik dan beberapa pasal belum masuk.

 Pasalnya, kata Emus, dalam pembahasan Raperdasus Penghormatan Hari Ibadah ini, tentu akan melibatkan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk memberikan pertimbangan dan persetujuan, sebelum dibawa ke Rapat Paripurna DPR Papua untuk disahkan.

Namun tambah Emus Gwijangge, pihaknya tetap berupaya untuk memasukkan 9 raperdasi dan raperdasus tersebut dalam rapat paripurna DPR Papua untuk disahkan. Jika misalnya dari Bamus ini mereka menolak dari 9 raperda ini dan hanya beberapa saja yang mereka setujui.

“Itupun kami belum tahu, karena kami hanya mengajukan ke Bamus saja, apakah disetujui atau tidak. Tapi kalau disetujui tentunya  tinggal disahkan dalam sidang,” terangnya. (TIARA)

Dibaca 465 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX