Dirut RSUD Jayapura Disarankan dari Kalangan Militer | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Ketua Komisi V DPR Papua Yan Mandenas didampingi Sekretaris Komisi Natan Pahabol dan anggota lainnya saat pertemuan di Fave Hotel Jayapura, Kamis (23/11/2017). Ketua Komisi V DPR Papua Yan Mandenas didampingi Sekretaris Komisi Natan Pahabol dan anggota lainnya saat pertemuan di Fave Hotel Jayapura, Kamis (23/11/2017).

Dirut RSUD Jayapura Disarankan dari Kalangan Militer

Headline Penulis  Kamis, 23 November 2017 23:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yan Mandenas menyarankan kepada Gubernur Papua untuk mengangkat Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura dari kalangan militer.

Yan memberikan alasan kenapa rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Papua itu harus dijabat dari kalangan militer, sebab banyak persoalan yang terjadi di rumah sakit tersebut dan membutuhkan orang yang tegas dan disiplin untuk menjadi pemimpin.

“Persoalan manajemen RSUD Jayapura tidak bisa selesaikan selama ini, direktur ganti direktur masalah terus ada,” tegas Yan Mandenas kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  terkait di Fave Hotel Jayapura, Kamis (23/11/2017).

Selain itu, Yan juga mendesak kepada Gubernur untuk segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) RSUD Jayapura. Petunjukan Plt penting agar pekerjaan tetap berjalan.

"Ini kan Dirutnya sudah dieksekusi oleh Kajati, berarti segera kita siapkan PLTnya. Kan dia ditahan, sudah tidak bisa menjalankan tugas, jangan dibiarkan lama-lama terus,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua, Nicolaus Wenda mengatakan, masih menunggu petunjuk dari Gubernur Lukas Enembe untuk untuk pejabat eselon dua di posisi tersebut.

“Kami sudah laporkan melalui Asisten Bidang Umum dan Sekda Papua mengenai situasi di RSUD Jayapura, Namun sampai saat ini kami masih menunggu petunjuk dari Gubernur siapakah yang nanti akan ditunjuk sebagai penggantinya,” katanya.

Menurutnya, walaupun jabtan direktur tidak kosong, namun proses pelayanan di RSUD Jayapura tetap berjalan normal.. “Saya harap semua pihak di RSUD tetap melaksanakan tugas seperti biasanya. Apalagi untuk pelayanan kepada masyarakat, wajib untuk berjalan terus,” imbaunya.

Dirut RSUD Jayapura Yosep Rinta yang juga adalah mantan Sekda Kabupaten Merauke terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengadaan souvenir kulit buaya dari APBD Kabupaten Merauke tahun anggaran 2009-2010 dengan kerugian negara senilai Rp 18 miliar.

Josef bakal menjalani hukum penjara 5 tahun dikurangi masa tahanan dengan denda sebesar Rp 500 juta subsidair 6 (enam) bulan pidana kurungan.

Dibaca 659 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.