Gubernur Akui Prospek Papua Gagal | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe (kiri), didampingi Kepala Bappeda Papua, M. Musa'ad Gubernur Papua, Lukas Enembe (kiri), didampingi Kepala Bappeda Papua, M. Musa'ad

Gubernur Akui Prospek Papua Gagal

Headline Penulis  Selasa, 21 November 2017 19:05 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Program Strategis Pembangunan Kampung (Prospek) yang telah berjalan sejak empat tahun lalu itu, dari hasil evaluasi bersama pihak terkait mendapatkan penilaian gagal.

Kendati demikian, Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui kegagalan itu bukan pada sistem transfer dana yang diturunkan dari provinsi ke kabupaten dan kota, tetapi akibat penyalahgunaan anggaran oleh para kepala kampung yang mengelola dana itu.

“Prospek setelah kami luncurkan ternyata penggunaan dananya disalahgunakan oleh para kepala kampung. (Program ini) tidak berhasil, sehingga kita mau rubah Prospek dengan program yang lain,” terang Gubernur Lukas disela-sela pameran pekan pembangunan, di GOR Cenderawasih Jayapura, Selasa (21/11/17).

Sebelumnya, Sekda Papua, Hery Dosinaen mengeluhkan penyaluran dana Prospek yang sempat belum disalurkan oleh beberapa Bupati. Padahal dana itu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, khususnya yang berdomisili di kampung-kampung.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua pun pernah mendesak Pemerintah Kabupaten agar segera menyalurkan dana Prospek 2014 dan 2015 yang masih tertahan di kas daerahnya.

Dilain pihak, dinas itu menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana Prospek di Kabupaten Tolikara sehingga penyaluran tahap pertama di 2016 terpaksa diblokir.

Untuk memastikannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua, Donatus Mote bahkan turun ke Tolikara untuk mengecek kebenarannya.

“Dan ternyata benar informasinya memang disana ada penyalagunaan dana Prospek yang cukup besar. Sehingga saya sudah perintahkan dana diblokir dulu untuk selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Donatus.

Ia menyatakan, pihaknya tak mengerti alasan penggunaan dana Prospek untuk dipakai melatih tenaga pendamping atau aparat kampung.
“Karenanya pelatihan gelombang pertama sudah diberhentikan. Sehingga untuk pelatihan kedua dan ketiga tidak akan dilakukan,” ungkapnya.

Mote pada kesempatan itu, mengecam dua tenaga pendamping Prospek yang dinilai sengaja membiarkan penyalahgunaan dana itu. Padahal mereka semestinya tahu dan mengerti prosedur penggunaan dana Prospek yang tak dapat dipergunakan untuk kegiatan pelatihan pendamping Dana Desa.

Donatus pada kesempatan itu sangat menyayangkan penyalahgunaan anggaran yang terjadi di Tolikara. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di kabupaten lain sebab dana Prospek semestinya untuk membiayai kepentingan rakyat di kampung.

Dibaca 648 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX