51 Anggota MRP Periode 2017-2022 Akhirnya Dilantik | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Suasana pelantikan anggota MRP periode 2017-2022 yang berlangsung di  Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin (20/11/17) Suasana pelantikan anggota MRP periode 2017-2022 yang berlangsung di Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin (20/11/17)

51 Anggota MRP Periode 2017-2022 Akhirnya Dilantik

Headline Penulis  Senin, 20 November 2017 15:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- 51 orang anggota Majelis Rakyat Papua akhirnya dilantik. Pelantikan ini berlangsung Senin (20/11/17) di Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, dalam rapat pleno istimewa.

Lukas Enembe, S.IP, MH selaku gubernur Provinsi Papua dalam sambutannya mengatakan pemberian Otsus terhadap wilayah provinsi Papua adalah sebuah keistimewaan yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi Papua untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Papua.

"Atas nama pemerintah provinsi Papua kami mengucapkan selamat kepada anggota MRP Provinsi Papua masa jabatan 2017-2022 yang baru saja dilantik. Saya berharap MRP provinsi Papua selalu mendukung program-program pemerintah provinsi Papua dalam membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua," ujar Lukas Enembe.

Lukas juga mengatakan, ketika awal terbentuk jumlah anggota MRP provinsi Papua hanya 43 kursi, sekarang bisa bertambah menjadi 51 kursi.

"Segera lakukan konsolidasi dalam internal MRP provinsi Papua karena agenda Kedepan masih banyak program kerja yang harus dikerjakan, salah satunya pilgub Papua 2018," ujar Lukas Enembe.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan majelis rakyat Papua dari Presiden Jokowi.

"Kebijakan politik yang akan diambil oleh kepala daerah tidak lepas dari dukungan instansi terkait dan masyarakat. Urusan sandang pangan masih menjadi masalah negara republik Indonesia. Sarana kesehatan, pendidikan dan fasilitas umum harus tersedia bagi masyarakat karena hal tersebut adalah kebutuhan dasar," ujar Mendagri.

Lanjutnya, anggota MRP provinsi Papua adalah dari 3/4 anggota DPR yang anggotanya terdiri dari unsur agama, adat dan wanita.
"Tugas MRP provinsi Papua dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi menjelang pesta demokrasi pada tahun 2018. Suksesnya Pemilu yaitu meningkatnya para partisipan pada pemilu, terhindar dari politik uang dan kampanye harus mengedepankan ide, gagasan program (bukan mengandung Sara dan Hoax serta menebar kebencian)," ujar Mendagri.

Mendagri juga menegaskan bahwa MRP provinsi Papua bertugas memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap rancangan perdasus yang diajukan oleh DPR dan Gubernur Provinsi Papua.

Tugas kedua, MRP provinsi Papua mengawal pemanfaatan dana Otsus untuk kepentingan orang asli Papua.

"Harapan lembaga MRP provinsi Papua merupakan representasi kultural sehingga jangan berperan sebagai lembaga politik, fokus pada kegiatan yang bersentuhan pada kepentingan adat, agama dan perempuan serta mampu memberikan solusi berdasarkan kewenangannya," ujar Mendagri tegas.

Mendagri juga meminta MRP yang baru dilantik untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait perhelatan Pilkada Gubernur 2018 juga Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

"Saya imbau kepada anggota MRP yang baru dilantik, untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Papua, dalam rangka tugas dan kewajiban mereka untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pilgub, pileg dan pilpres,"katanya.

Selain itu,  Mendagri juga membeberkan tugas dan wewenang MRP yang diantaranya memberikan pertimbangan rancangan peraturan daerah khusus yang diajukan DPRP bersama Gubernur, memberikan saran, pertimbangan dan persetujuan terhadap rencana perjanjian kerjasama yang dibuat oleh pemerintah dengan pihak ketiga, memperhatikan dan menyalurkan aspiraisi pengaduan masyarakat adat, umat beragama, kaum perempuan dan masyarakat pada umumnya yang menyangkut hak asli orang papua serta menfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya, serta memberikan pertimbangan kepada DPRP, Gubernur, DPRD dan Bupati Walikota terkait perlindungan dan hak asli OAP.

Ditegaskannya pula, kita sebagai warga negara Indonesia harus mengambil sikap tegas terhadap para radikalisme dan terorisme yang ingin memecah kemajemukan NKRI.

Nama-nama anggota MRP Papua yang dilantik sebagai berikut :

a. Wakil agama :

1) Dr. H Toni V.M Wanggai, S.Ag, MA.
2) Helena Huby, S.Pd.
3) Drs. Yohanes WIB, Oh.B, M.Si
4) Fransiskus Tekege, S.Pd.
5) Amandus Anakat, SH.
6) Niklaus Degei, S.Th.
7) Jimmy Mabel, S.Th MM.
8) Petrus Mabel, S.Pd, M.Si
9) Steady Nef Penggu, S.Th.
10) Yoel Luiz Mulait, SH.
11) Markus Kajoi, S.Sos.
12) Robert D. Wanggai, S.Sos
13) Dorice Mehue, SE.
14) Adolof Kogoya, SE.
15) Pdt. Edi Togotly, S.Th.
16)  Benny Suweni, S.Sos.
17) Pdt. Semuel K. Wartono, SH, MA.

b. Wakil adat :

18) Herman Yoku, S.IP.
19) Dimas Tokoro, SH.
20) Yakonias Wabrar.
21) Melesak Rumbarar.
22) Panjang Werimon.
23) Edison Tannati, AMK.
24) Albertus Moyuend, S.Sos.
25) Amatus Ndatipits, BA.
26) Aman Jigwa.
27 Luis Madai.
28) Timotius Murib.
29) Yehuda Dani.
30) Pendius Yigwa.
31) Engelbertus Kasibmabin.
32) Yos Nawipa.
33) Yuliten Anouw.
34) Minggus Madai, SH.

c) Wakil Perempuan.

35) Orpa Nari, S.I. Kom.
36) Nelice Wamuar, SE.
37) Maria Rofek.
38) Yuliana E. Wambrauw.
39) Lenora Wonatorei, S.Pd.
40) Natalia Kalo.
41) Felisitas Kabagaimu, S.IP.
42) Yeki Narep, SI.An
43) Marpice Kogoya, SE.
44) Rosinda Tabuni,SE.
45) Pipina Wonda, S.Pt.
46) Diana Matuan.
47) Nehemia Yebikon.
48) Sarah Ita Wahla.
49) Viska Abugau, A.Ma, Pd.
50) Debora Mote.
51) Petronela E. TH. Bunapa, SE.

Dibaca 3802 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX