57 Prajurit TNI Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memasangkan pangkat kepada prajurit yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memasangkan pangkat kepada prajurit yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

57 Prajurit TNI Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Headline Penulis  Minggu, 19 November 2017 19:23 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengapresiasi keberhasilan prajurit TNI membebaskan 1.300 warga yang tersandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Banti, Kimbeli dan Utikini, Kampung Waa, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Para prajurit dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD), Peleton Intai Tempur (Tontaipur) Komando Cadangan Strategis AD (Kostrad) dan Batalyon Raider 751 Sentani dengan senyap dan cepat berhasil membuka isolasi yang dilakukan KKB.

Keberhasilan ini, kata Gatot Nurmantyo, membuka jalan bagi Satuan Tugas (Satgas) Terpadu TNI-Polri yang dipimpin Pangdam XVII Cenderawasih dan Kapolda Papua bisa melakukan evakuasi warga.

“1.300 lebih warga tersandera tapi dengan senyap dan cepat mereka memisahkan dalam isolasi sehingga 347 orang sandera (warga pendatang) bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun. Semua warga sekarang sudah berada di Timika dalam keadaan selamat,” kata Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara di Utikini, Kampung Waa, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Minggu (19/11/17) pagi.

Atas keberhasilan tersebut, Panglima TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada 57 prajurit dan 5 perwira yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera warga sipil di Banti, Kimbeli dan Utikini, Jumat (17/11/17) lalu.

Namun, kata Gatot Nurmantyo, 5 perwira yang diwakili komandan upacara menolak menerima kenaikan pangkat karena menilai keberhasilan itu merupakan hasil kerja para prajurit.

“Ke-5 perwira yang diwakili komandan upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira sehingga secara halus mereka menolak kenaikan pangkat,” kata Gatot Nurmantyo.

Gatot Nurmantyo mengapresiasi sikap ke-5 perwira tersebut sebagai contoh tauladan bagi para prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tapi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Meski tidak menerima kenaikan pangkat luar biasa, namun Gatot Nurmantyo memberi penghargaan kepada 5 perwira untuk mendapat pendidikan khusus mendahului rekan-rekan mereka.

“Sikap ke-5 perwira ini menjadi contoh tauladan bagi para prajurit TNI yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tapi kepentingan NKRI,” kata Gatot Nurmantyo.

Sejak pertengahan Agustus 2017 lalu, KKB pimpinan Ayuk Waker bersama Sabinus Waker melakukan serangkaian teror penembakan di jalan tambang PT Freeport Indonesia dan Kampung Waa, Distrik Tembagapura yang mengakibatkan 2 personil Brimob terbunuh serta seorang karyawan kontraktor PT Freeport Indonesia.

Selain melakukan teror penembakan, KKB ini juga sempat berupaya melakukan sabotase di Kota Tembagapura serta menyandera 1.300 lebih warga di Kampung Waa yang berdiam di Banti, Kimbeli dan Utikini.

 

Galeri Foto


Video

 

Anda hebat. 5 perwira yg patut dicontoh

Dikirim oleh Margareth Sinaga pada 18 November 2017

Dibaca 1463 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.