Kapolda Papua Menyayangkan Pernyataan dari Sejumlah Pihak | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar saat memberikan keterangan pers didampingi Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf M. Aidi serta Kabid Humas Polda Papua AKBP AM Kamal di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (16/11/17). Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar saat memberikan keterangan pers didampingi Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf M. Aidi serta Kabid Humas Polda Papua AKBP AM Kamal di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (16/11/17).

Kapolda Papua Menyayangkan Pernyataan dari Sejumlah Pihak

Headline Penulis  Kamis, 16 November 2017 18:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda : Sungguh Mereka Tidak Berempati dengan Kondisi Objektif Warga di Banti dan Kimbeli

 

Timika – Kepala Polisi Daerah Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar menyayangkan pernyataan dari sejumlah pihak yang mengatakan tidak terjadi masalah apa-apa dengan warga masyarakat di Kampung Waa khususnya di Banti dan Kimbeli.

Padahal, kata Boy, ratusan warga masyarakat di kampung itu dalam kondisi terintimidasi, tercekam karena adanya pelarangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk meninggalkan lokasi dan saat ini mengalami kekurangan bahan makanan.

“Sungguh mereka tidak berempati dengan kondisi objektif yang dialami oleh masyarakat di sana. Dia hanya lihat dari perspektif lain,” kata Boy saat memberikan keterangan pers didampingi Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf M. Aidi serta Kabid Humas Polda Papua AKBP AM Kamal di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (16/11/17).

Sanggahan dari sejumlah pihak ini, kata Boy, justru menguntungkan KKB padahal kepolisian sudah membeberkan berbagai catatan kriminal yang telah mereka lakukan.

“Kiprah KKB ini sudah pernah kami beberkan berapa banyak catatan kriminalnya. Berapa petugas kita yang gugur ketika harus mengamakan lingkungan dari pengaruh serangan-serangan KKB ini?” kata Boy.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menilai tindakan KKB merupakan pelanggaran hukum karena telah melanggar hak hidup warga dengan melakukan berbagai pelarangan bagi warga di Banti dan Kimbeli.

Menurut Boy, ratusan warga memang tidak disekap dalam satu ruangan dan tetap di rumah masing-masing. Tapi, mereka tidak bisa meninggalkan lokasi dengan keterbatasan bahan makanan dan tanpa pelayanan kesehatan yang memadai.

“Ini sesuatu yang tidak boleh terjadi di muka bumi, karena semua manusia mempunyai hak yang sama. Jelas tindakan KKB telah melanggar hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Boy.

Boy menegaskan pihaknya bersama TNI beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar warga di Kimbeli dan Banti dapat segera dibebaskan oleh KKB.

“Bagi kami yang terpenting masyarakat bisa segera meninggalkan lokasi saat ini dan kita bisa selamatkan dari ancaman kekerasan yang dilakukan oleh KKB,” kata Boy.

Dibaca 622 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.