Disperindag Dinilai Tidak Paham Visi Misi Bupati Jayapura | Pasific Pos.com

| 26 June, 2019 |

Ketua Kadin Kabupaten Jayapura, Hengky Jokhu. Ketua Kadin Kabupaten Jayapura, Hengky Jokhu.

Disperindag Dinilai Tidak Paham Visi Misi Bupati Jayapura

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 15 November 2017 18:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Terkait pengelolaan pasar Phara yang tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan nilai-nilai perkotaan


SENTANI – Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Kabupaten Jayapura, Hengky Jokhu menilai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) yang dipimpin Pieter Youm, tidak memahami visi dan misi Bupati Jayapura (Mathius Awoitauw) kala itu, tentang pengelolaan pasar Phara Sentani.

“Kenapa saya katakan tidak memahami visi-misi bupati? Karena setelah saya meninjau lokasi pasar,  penataannya bukan semakin bagus tapi semakin kumuh. Dari sisi itu, saya katakan bahwa Disperindag gagal memahami visi dan misi bupati,”ujarnya.

Seharusnya kata Kadin, pasar Phara ini menjadi pasar yang manusiawi dan penataannya sesuai dengan nilai-nilai perkotaan. seperti penataan pasar yang ada di daerah Jawa, Sumatera dan Sulawesi, yang sangat teratur dan tempatnya bersih juga manusiawi.

“Namun disini, kita melihat bahwa penataannya sangat amburadul. Dengan los-los yang dibangun ditengah-tengah bangunan pasar, membuat tampilan pasar ini menjadi kumuh dan tidak beraturan,”nilainya.

“Nah, saya pikir kegagalan ini bukan disebabkan oleh masyarakat tapi karena kurangnya pemahaman instansi terkait dalam hal ini Disperindag, dalam mengelolah pasar,”tegasnya.

Kadin juga menyarankan agar kedepannya pasar Phara Sentani harus dikelola oleh Perusahaan daerah (Perusda) yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) supaya pengelolaan pasar Phara lebih profesional.

“Sebab, jika pasar ini dikelolah oleh orang-orang atau kepala dinas yang tidak mempunyai keahlian, maka hancurlah pasar itu,”imbuhnya.

“Dari sisi itu juga, saya ingin tegaskan bahwa bupati harus mencari orang yang benar-benar menguasai dan memahami sistem perdagangan dalam negri serta sistem pengelolaan pasar yang baik. Sehingga kedepannya, dapat bersama-sama dengan perusahaan daerah dalam pengelolaan pasar secara profesional,”sebutnya.

Ditambahkan Kadin, kurangnya pemahaman kepala Disperindag juga terlihat dengan tidak ditatahnya dua jalur jalan masuk keluar pasar.

“Padahal sebelumnya, dalam pertemuan kepala OPD dengan bupati yang saya hadiri, kepala Disperindag diminta untuk menata dua arah jalan masuk-keluar pasar,”katanya.

“Namun sampai hari ini, penataan jalan masuk keluar pasar belum ditata dan dikelola Padahal angarannya ada. Dan menurut saya ini pekerjaan mudah, yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun,”sambungnya.

“Mungkin penyebabnya karena ketidak mampuan individu ataupun personalnya kah, sehingga terjadi hambatan dalam penataan Pasar Phara ini,”tukasnya.

Dibaca 896 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.