21 Nama KKB Tembagapura Masuk DPO | Pasific Pos.com

| 15 September, 2019 |

Salah satu oknum dari KKB di Tembagapura. Salah satu oknum dari KKB di Tembagapura.

21 Nama KKB Tembagapura Masuk DPO

Headline Penulis  Sabtu, 11 November 2017 21:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Kepolisian Resort Mimika kini sudah mengantongi identitas oknum-oknum terduga pelaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah melakukan teror penembakan di wilayah Distrik Tembagapura, dan kini sudah masuk dalam deretan daftar pencarian orang (DPO).

21 orang tersebut diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas milik PT Freeport Indonesia, kasus penembakan terhadap anggota Brimob, kasus penembakan terhadap warga sipil, kepemilikan senjata api serta beberapa aksi lainnya sejak 2015 hingga sekarang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal dalam rilis yang diterima menyebutkan, ke-21 DPO tersebut kini menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli hingga Banti.

Lanjut Kamal, Kelompok ini juga yang ditengarai menghalang-halangi dan melakukan intimidasi kepada warga sipil untuk melintas ke Tembagapura guna mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Diindikasikan seperti itu, mereka menghambat warga untuk bepergian kemana-mana, tidak ada penyanderaan warga sipil, cuma mereka membatasi untuk melintas saja,” jelasnya, Sabtu (11/11/17).

Kamal menyebutkan Identitas ke-21 pelaku penembakan di wilayah Tembagapura yang masuk dalam DPO Polda Papua yakni, Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker.

"Hampir semua pentolan kelompok bersenjata tersebut berkedudukan di kampung Utikini Lama, distrik Tembagapura, "ujarnya.

Kata Kamal, mereka diduga secara bersama-sama kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan dan mengusai senjata api tanpa hak atau izin.

"Mereka sudah sering meresahkan dan atas perbuatan mereka selama ini dimana melanggar ketentuan Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951," tegasnya.

Kamal menambahkan, sejauh ini aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan upaya secara persuasif agar situasi di distrik Tembagapura kembali normal.

"Beberapa langkah sudah kami lakukan seperti berkoordinasi dengan para Tokoh Gereja agar bersama-sama dengan aparat keamanan untuk menyelesaikan permasalahan ini. kami juga meminta kepada kelompok ini untuk segera menyerahkan diri agar tidak terjadi jatuhnya korban, karena kami aparat tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena Papua memerlukan situasi yang damai apalagi kita akan menjelang hari besar agama yaitu Natal tahun 2017," himbuhnya.

Dibaca 1281 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX