Kadepa : Kehadiran PT Freeport Hanya Menimbulkan Masalah | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Anggota DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa. Anggota DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa.

Kadepa : Kehadiran PT Freeport Hanya Menimbulkan Masalah

Headline Penulis  Minggu, 05 November 2017 22:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(2 voting)

Freeport Harus Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Tembagapura


Jayapura,- Anggota DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa menilai kehadiran PT Freeport Indonesia di Timika Kabupaten Mimika sering menimbulkan masalah.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, sejumlah insiden penembakan telah terjadi di areal PT Freeport Indonesia, khususnya di Tembagapura.

Bahkan menurut legislator Partai Nasdem ini, dari rentetan masalah yang ditimbulkan sejak dulu hingga saat ini tidak ada yang bisa diselesaikan hingga tuntas.
 
Apalagi kata Kadepa, banyak orang yang tak berdosa menjadi korban sejak Freeport melakukan penambangan emas di Mimika.

“Banyak orang yang tak berdosa menjadi korban sejak Freeport ini ada, dan ini adalah hal fakta,” tegasnya dalam pesan singkatnya kepada Pasific Pos, Sabtu (4/11/17).

Untuk itu, sebagai wakil rakyat yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM meminta kepada manajemen Freeport Indonesia untuk bertanggung jawab atas penembakan yang terjadi di Tembagapura, kabupaten Mimika selama ini.

Kadepa menandaskan, demi kemanusiaan jangka panjang, maka pemilik PT Freeport Indonesia dalam hal ini Amerika Serikat, harus berbicara sebagai solusi terbaik untuk menghentikan kemungkinan akan bertambah lagi korban jiwa baik dipihak TNI/Polri maupun TPN-PB juga rakyat sipil.

“Pihak Freeport harus berbicara dan membuka diri demi keselamatan semua pihak,” tandas Kadepa.

Apalagi, kata Laurenzius Kadepa, akibat dari kehadiran PT Freeport Indonesia di Papua yang penuh tanda tanya ini, telah menghancurkan kehidupan bagi warga negara Indonesia di Papua.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pihak Freeport harus membuka diri untuk membicarakan keselamatan semua pihak yang ada di Tembagpura dan secara umum di kabupaten Mimika yang selama ini terus terjadi penembakan hingga mengakibatkan banyak masyarakat yang jadi korban, termasuk dari pihak aparat dan TPN/OPM sendiri.

“Freeport harus punya niat mencari solusi terbaik untuk menghentikan kemungkinan akan bertambah lagi korban jiwa baik dipihak TNI/Polri maupun TPN/OPM dan juga kepada rakyat sipil,” tukasnya.

Bahkan Kadepa menuding, jika kehadiran Freeport hanya untuk mengeruk harta kekayaan di Papua, yang kini menjadi pertanyaan besar.

“Tanda Tanya ini telah menghancurkan kehidupan bagi warga negara Indonesia di Papua. Hidup saling bermusuhan, pertikaian antar kelompok kepentingan meningkat, serta pembunuhan terus terjadi,“ ketus Kadepa.

Kadepa menambahkan, kalau saja tidak ada freeport di Papua yang selama mengeruk harta kekayaan orang asli Papua, maka saya yakin antara TPN OPM dan TNI/Polri tak ada permusuhan.

“Bahkan, korban tidak yang berjatuhan seperti yang terjadi saat ini,” ujar Kadepa. (TIARA)

Dibaca 797 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX