7 Tersangka Pengrusakan Kantor Mendagri Tiba di Jayapura | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Tujuh tersangka yang ditangguhkan saat berada di Mapolda Papua. Tujuh tersangka yang ditangguhkan saat berada di Mapolda Papua.

7 Tersangka Pengrusakan Kantor Mendagri Tiba di Jayapura

Headline Penulis  Selasa, 31 Oktober 2017 20:45 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Empat lainnya di Jakarta untuk melanjutkan pendidikan"


Jayapura,- Penahanan 11 warga Tolikara yang menjadi tersangka dalam kasus pengerusakan kantor Kemendagri beberapa waktu lalu resmi di tangguhkan. Hal ini sesuai dengan Janji Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal menuturkan, Kapolda Papua sudah menepati janjinya untuk berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk penagguhan penahanan dan kini pihak kepolisian Polda Papua kembali meminta komitmen dan janji untuk membuka blokade Jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Tolikara.
 
“Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar sudah tepati janjinya, sekarang kami tangih lagi janji masyarakat untuk buka pemalangan Jalan Trans Wamena-Tolikara di kampung Wenam kabupaten Tolikara yang sampai saat ini masih di palang,” ungkapnya saat di temui di Mapolda Papua, Selasa (31/10/17) pagi.

Kata Kamal, dari 11 tersangka yang mendapatkan penangguhan tujuh diantaranya sudah berada di Jayapura sedangkan empat orang lainnya masih berada di Jakarta untuk melanjutkan pendidikanya.

“Tujuh dari 11 warga Tolikara yang ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya sudah berada di Jayapura dan rencannya besok mereka sudah kembali ke Tolikara untuk menjelaskan semua ke pada masyarakat guna mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dan bisa membuka pemalangan jalan,” tutur Kamal.

Labih lanjut kata Kamal, pihaknya mendesak warga masyarakat untuk membuka pemalangan bukan untuk kepentingan polisi, melainkan demi kepentingan masyarakat Tolikara sendiri.

“Kalau pemalangan dibuka ini bukan kepentingan Polisi, melainkan kepentingan warga masyarakat di sana sendiri mengingat pemalangan sangat berdampak ke semua lini,” ucapnya.

Sementara itu perlu di ketahui dalam insiden penyerangan di kantor Kemendagri terjadi pada Rabu (11/10/17) lalu. Polisi berhasil meringkus 15 orang. 11 diataranya resmi di tetapkan tersangka masing-masing berinisial YK, JY, YW, IW,PY,YA,TW,DK,LW,IW,OK. Sedangkan empat orang dipulangkan lantaran dianggap sebagai Saksi.

Massa yang melakukan penyerangan merupakan pendukung Jhon Tabo-Barnabas Weya, pasangan Bupati dan wakil bupati yang kalah dalam Pilkada 2017 di kabupaten Tolikara.

Dibaca 552 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.