Disperindagkop akan Ukur Ulang untuk Mengetahui Jenis Beras | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Disperindagkop akan Ukur Ulang untuk Mengetahui Jenis Beras

Papua Barat Penulis  Jumat, 27 Oktober 2017 21:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Manokwari akan bekerja sama dengan Bulog Sub Divre Manokwari untuk mengukur ulang beras yang beredar.

Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa menjelaskan, pengukuran ulang akan dilakukan bersama Bulog untuk menentukan kategori beras Medium dan Premium.

“Bulog yang punya alat itu, sehingga kita akan ukur ulang dengan alat itu,” kata Rosita Watofa kepada para wartawan di salah satu hotel di Manokwari, Rabu (25/10/17).

Ia menjelaskan, persoalan kategori beras Medium dan Premium sempat dikeluhkan distributor karena ada penentuan harga eceran tertinggi (HET).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 57/M-DAG/Per/8/2017 tentang Penetapan HET Beras, dimana HET untuk beras Medium sebesar Rp. 10.250/kg, sedangkan beras Premium sebesar Rp. 13.600/kg.

“Ini kan dikeluhkan, karena takutnya para distributor menjual beras yang sebenarnya Premium, mereka jual dengan harga Medium. Ini akan merugikan mereka, sedangkan Pak Wakil Bupati sampaikan jangan sampai distributor merasa tertekan,” tambah dia.

Diutarakannya, sebelum melakukan pengukuran ulang, pihaknya akan lebih dulu melakukan telaah. “Telaah ini yang nanti disampaikan ke Pak Bupati dan atas persetujuan Pak Bupati baru kita komunikasi dengan Bulog untuk melakukan pengukuran ulang, karena Bulog yang punya alatnya,” ungkap Rosita Watofa.

Menurutnya, persoalan penentuan harga beras antara Medium dan Premium bukan hanya di Manokwari, tetapi juga di pusat. Dia berharap para distributor beras bisa membantu Pemkab Manokwari menyampaikan jenis-jenis beras yang dijual, sehingga bisa diukut ulang kadar air dan lain sebagainya. [SDR-R1]

Dibaca 578 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX