58 Warga Banti Dievakuasi | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Aparat keamanan saat menunggu kedatangan para Pasien yang dievakuasi dari RS Banti ke RS Tembagapura. Aparat keamanan saat menunggu kedatangan para Pasien yang dievakuasi dari RS Banti ke RS Tembagapura.

58 Warga Banti Dievakuasi

Headline Penulis  Jumat, 27 Oktober 2017 21:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika,- Guna menganisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, 58 warga Banti Tembagapura di evakuasi dari Rumah Sakit Banti ke RS Tembagapura. Evakuasi ini berlangsung Jumat (27/10/17) siang.

Evakuasi menggunakan satu kendaraan mobil LWB, sebuah mobil ambulans dan sebuah mobil bus milik PT Freeport.

58 orang yang dievakuasi terdiri dari tim medis 15 orang, guru 10 orang, pasien 7 orang, keluarga pasien 6 orang dan 20 orang karyawan PT Freeport bagian perawatan RS Banti Tembagapura.

Evakuasi dari rumah sakit Banti ini sesuai kesepakatan antara Polri dan kelompok sipil bersenjata (KSB).

Saat proses evakuasi berlangsung KSB tidak mengijinkan aparat keamanan untuk ikut dalam rombongan. Dan KSB di kampung Utikini sempat melaksanakan pemeriksaaan terhadap tiga kendaraan yang melakukan evakuasi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal ketika dikonfirmasi menuturkan, evakuasi yang dilakukan terhadap Para medis, Guru, Dokter, Pasien serta Karyawan dilakukan mengunakan Kendaraan LBW milik PT.Freeport dengan Nomor lambung 01-5292 dan Bus dengan Nomor lambung 14-0347 dari Banti menuju Tembagapura.

Lanjut Kamal, dari laporan yang dirinya terima saat kendaraan mobil Ambulance yang berisi 3 pasien 1 Dokter dan 1 Paramedis, melintas di Area Longsoran di wilayah Banti dengan tujuan Tembagapura mobil tersebut dihadang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata namun dalam penghadangan tersebut tidak ada ada aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut.

“Saat Kendaraan Evakuasi mulai bergerak meninggalkan RS Waa Banti menuju Tembagapura, pada mobil pertama (ambulance) yang dikendarai Abdul Said dihadang di area Longsoran oleh kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada saat pemeriksaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut mereka meminta No Hp pengemudi mobil, karna tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi, maka driver memberikan nomor teleponnya, kemudian Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut meminta jaket yang dikenakan oleh petugas SOS serta  Bodyface (Rompi) yang dikenakan oleh sopir, namun oleh komandan KKB menyampaikan tidak usah mengambil Bodyface,” ungkap Kamal Jumat (27/10/17) malam.
 
Kamal menambahkan sejauh ini dalam pengevakuasian tenaga Medis, Dokter, Guru, Pasien maupun warga dari Banti menuju Tembagapura berjalan lancar walaupun sedikit terjadi hambatan di tengah perjalan. (Fani/ Ridwan)

Dibaca 703 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.