4 Anggota Brimob Ditembak Saat Evakuasi | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Evakuasi anggota Brimob yang terkena tembakan. Evakuasi anggota Brimob yang terkena tembakan.

4 Anggota Brimob Ditembak Saat Evakuasi

Headline Penulis  Senin, 23 Oktober 2017 17:22 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Empat anggota Brimob terkena tembakan dari Orang Tak Dikenal (OTK) saat melaksanakan evakuasi rekannya yang meninggal dunia.

Kontak senjata ini terjadi Senin (23/10/17) pagi sekitar pukul 06.00 WIT, di kampung Banti 1, distrik Tembagapura kabupaten Mimika.

Adapun keempat orang yang terkena tembakan antara lain, Ipda Giay (luka tembak tangan kiri), Bripda Hence (kaki kiri), Bripda Mario (telapak tangan kiri), dan Aipda Mustari (paha kiri).

Senin dinihari pasukan mengevakuasi korban meninggal dunia, Briptu Berri Permana dari bukit Sangker menuju kampung Banti 1 dengan berjalan kaki.

Sekitar pukul 06.00 WIT team evakuasi sudah sampai di kampung Banti. Namun setelah korban meninggal dunia dimasukkan ke dalam mobil ambulance selang beberapa menit, pasukan ditembaki oleh OTK dari dua bukit yang menyebabkan 4 anggota brimob mengalami luka tembak. Saat ini semua tim evakuasi yang mengalami luka tembak sedang dirawat.

Sekedar diketahui, jenazah Briptu Berri Permana dari Tembagapura ke Kuala Kencana diangkut dengan menggunakan Heli dan selanjutnya disemayamkan di mako Brimob Den B Timika. Menurut rencana sore ini akan diterbangkan ke kampung halamannya di Bengkulu.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal dalam keterangan pers Senin siang menyatakan, Sabinus Waker yang diduga sebagai pelaku penyerangan tergabung dalam kelompok Ayub Waker pelaku pembunuhan 2 anggota satgas Pam obvitnas Freeport awal 2015.

Selain membunuh anggota brimob, mereka juga merampas 2 pucuk senjata laras panjang Steyr AUG.

Latar belakang kejadian, menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, karena banyaknya pengaduan dari masyarakat yang mengeluhkan kegiatan anggota Kelompok Sipil bersenjata (KSB) yang melakukan pemerasan.

"Laporan warga mengenai aktivitas KSB ini banyak diterima Polres Mimika. Diduga mereka sudah mulai kekurangan logistik, karena memang kelompok ini tidak punya penyandang Dana. Dengan melakukan penyerangan dan perampasan senjata mereka akan mendapat uang dari tebusan, kata Kamal di Jayapura.

Kamal juga menepis motif penyerangan ini terkait negosiasi KK PTFI.

"Sebelum kejadian penembakan lalu di Mil 66-67, jalan tambang Freeport, kami memang sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran KSB ini untuk menindaklanjuti laporan warga," kata Kamal.

Dibaca 549 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.