Dinkes Turunkan Tim ke Yahukimo | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

Dinkes Turunkan Tim ke Yahukimo

Headline Penulis  Jumat, 20 Oktober 2017 19:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dinas Kesehatan Provinsi Papua menurunkan tim ke Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, dalam memastikan informasi mengenai meninggalnya 11 warga yang diduga meninggal secara misterius.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai, M.Kes, mengatakan, masih menunggu tim yang diturunkan ke Distrik Samenage, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik lembaga peduli kesehatan, lembaga keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan kelompok peduli lainnya yang melaporkan kondisi kesehatan di Samanege,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya tidak bisa mengomentari lebih lanjut terkait kasus tersebut, mengingat masih harus menunggu hasil laporan dari lapangan.

“Kami sedang mengecek melalui tim yang turun, tak hanya di Yahukimo, kita juga mengecek di Kabupaten Nduga, kami akan mempublish  data jika sudah menerima laporan dari Dinkes setempat, selama ini kami hanya membaca dari media,” katanya.

Meski menjadi tanggungjawab Kabupaten Yahukimo, drg. Aloysius menyebutkan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab.  

“Kita harus akui bahwa kelemahan kita di daerah adalah pengolahan data, kedua masalah pelayanan kesehatan, teman-teman tidak peka terhadap kejadian yang terjadi di lapangan, kita sudah sering sosialisasi SOP terkait pelayanan, tetapi kondisi daerah juga menjadi perhatian terutama akses pelayanan maupun ketersediaan fasilitas seperti puskesmas dan pustu,” bebernya.

Dirinya menuturkan bahwa kasus yang terjadi ini seharusnya menjadi “lampu merah” bagi pemerintah daerah untuk berbenah dalam pelayanan kesehatan, sehingga tidak timbul kasus serupa di kemudian hari.

“Kabupaten Yahukimo seharusnya bisa meningkatkan pelayanan kesehatan, karena alokasi dana kesehatan ini mencapai Rp. 128 milliar, ini menjadi catatan merah, seharusnya cakupan pelayanan kesehatan jangan begini-begini saja harus meningkat,” tuturnya.

Aloysius juga memberi perhatian bagi daerah-daerah yang masih memiliki rapor merah dan berpotensi terjadi kasus, seperti Nduga, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya dan Mamberamo Raya.

”Daerah-daerah ini kita harapkan agar bisa merekrut tenaga kesehatan, mereka harus mencontoh seperti kita rekrut Satgas Kijang,” pungkasnya.

Dibaca 642 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX