Gubernur : Perda Miras Tetap Berlaku | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe. Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Gubernur : Perda Miras Tetap Berlaku

Headline Penulis  Kamis, 19 Oktober 2017 17:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan, tetap melaksanakan Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang pelarangan peredaran minuman keras di Papua.

Meski dinyatakan kalah oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, Gubernur mengaku dasar dari penerbitan Perda Miras adalah UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Hal ini disampaikan Lukas Enembe saat dikonfirmasi pers, pada Kamis (19/10/17) di Jayapura.

“Pemerintah tak akan pernah menempuh upaya banding terhadap putusan PTUN Jayapura tersebut. Untuk banding, Kita punya UU Otsus yang lebih tinggi. Sekali lagi UU Otsus itu lebih tinggi dari peraturan setingkat menteri,” terang dia.

Gubernur balik mempertanyakan putusan PTUN yang tak mempertimbangkan status UU Otsus yang dimiliki Provinsi Papua. Sebab dengan keberadaan UU Otsus, Provinsi Papua diberi kewenangan untuk mengurus “dirinya sendiri”.

“(Pemprov) kalah sebenarnya dari sisi mana? Kita ini kan UU Otsus, kalau dengan alasan disandingkan dengan Permendagri, tentu posisi hirarki undang-undang kita lebih tinggi”.

“Yang pasti keputusan PTUN dasarnya tidak ada. Kita pakai UU Otsus karena ada kewenangan di daerah. Oleh karena itu, apa yang diputuskan (PTUN Jayapura) itu tidak benar. Dasar apa dia menang itu?,” ucap dia.

Dia mengklaim, upaya pemerintah provinsi untuk memberantas miras mendapat dukungan penuh dari mayoritas masyarakat Papua. Sebab dalam waktu dekat, pemerintah dan masyarakat akan kembali turun memberantas miras di jalanan.

“Yang pasti saat ini masyarakat akan turun membasmi semua (miras). Sudah jelas dalam waktu dekat dan masyarakat setiap hari akan membasmi semuanya,” tutupnya.

Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Ratna Jaya, menyatakan mengabulkan sebagian isi gugatan penggugat, Anthonius Diance, yang
membela kliennya, Theresia Sumendap.

Gugatan tersebut terkait dengan perkara gugatan TUN Nomor 11/G/2017/PTUN.JPR berkaitan putusan TUN dari tergugat 1, dalam hal
ini Gubernur Papua yang mengeluarkan surat perintah tugas Gubernur Papua nomor 300/1534/Set yang ditetapkan 9 Februari lalu.

Adapun ketika aparat Pemprov Papua melakukan penyitaan miras di salah satu toko, sang pemilik toko, melakukan gugatan balik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hasilnya, gugatan yang diajukan Theresia Sumendap itu dimenangkan oleh majelis hakim.

Dibaca 758 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX