BMD : Apa Bedanya Bupati Thomas Ondi Dengan Sekda Kota RD Siahaya | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

 Legislator DPR Papua, Boy Markus Dawir. Legislator DPR Papua, Boy Markus Dawir.

BMD : Apa Bedanya Bupati Thomas Ondi Dengan Sekda Kota RD Siahaya

Headline Penulis  Selasa, 17 Oktober 2017 23:45 font size decrease font size increase font size 1
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kejaksaan Diminta Tidak Tebang Pilih Dalam Kasus Korupsi Bupati Biak dan Sekda Kota


Jayapura,- Legislator DPR Papua, Boy Markus Dawir yang disingkat BMD, meminta pihak kejaksaan tidak tebang pilih dalam melakukan penahanan terhadap pelaku korupsi. ia menilai ada tebang pilih dalam penahanan Bupati Biak, Thomas Alfa Edison Ondi dan bebasnya Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya.

Sehingga ia pertanyakan perihal penahanan Bupati Biak, Thomas Ondi terkait dugaan kasus korupsi dana APBD Mamberamo Raya dengan kerugian negara Rp 84 Miliar. Padahal statusnya masih tersangka.
 
Sementara disisi lain tandas Boy, Sekda kota Jayapura, RD Siahaya yang sudah berstatus terpidana korupsi pengadaan baju batik dengan total anggaran Rp 1,7 miliar. Namun tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran.
 
“Inikan statusnya masih tersangka, belum ada putusan pengadilan, belum sebagai terdakwa. Lalu kenapa yang sudah jelas-jelas sah sebagai terpidana, masih berkeliaran di luar sana?. Apa bedanya Thomas Ondi dengan Sekda kota. Kalau memang mau tegakkan hukum, segera ekseksui,” tandas Boy Markus Dawir kepada Wartawan, Selasa (17/10/17).
 
Lanjut dikatakannya, sebagai warga negara bupati aktif berhak diluar sambil menunggu tahapan. Kalau jaksa tidak bisa keluarkan, kenapa sekda Kota Jayapura yang sudah ada putusan MA, 19 Oktober 2016 belum dieksekusi.
 
"Berarti ini tebang pilih dan ada kesan kerja sesuai titipan sponsor," tukasnya.
 
Untuk itu, pihaknya minta Kejari Jayapura segera bebaskan Thomas Ondi dari titipan tahanan di lapas Abe. dengan alasan tersangka belum disidangkan. Belum ada putusan tetap, mengikat, dan inkra.
 
“Beliau hingga kini masih statusnya bupati aktif di biak,” ujar Boy.
 
Menurutnya, jika Sekda Kota tidak segera dieksekusi pihak kejaksaan, maka pihaknya menduga ada tebang pilih kejaksaan dalam mengeksekusi kasus korupsi.
 
“Kami pertanyakan jangan-jangan ada sesuatu dibalik ini, jadi kalau Sekda kota masih di luar, alangkah baiknya mengabulkan permohonan penangguhan Thomas Ondi sebagai tahanan kota. Jadi jangan tebang pilih. Kenapa sekda kota belum masuk. Ada apa ini? Jadi saya minta jangan ada tebang pilih, pilih kasih," ketus Boy.
 
Ia menjelaskan, dugaan tebang pilih itu, jika seseorang masih berstatus tersangka. Namun sudah ditahan pihak kejaksaan. Sementara pada kasus yang sama, bahkan sudah memiliki putusan MA tetapi tidak dieksekusi.
 
"Ini ada apa? Putusan MA sudah selesai. Kalau PK kan kita tidak tahu kapan turun. Silahkan ajukan PK tapi tetap harus ditahan, sambil menunggu PK,” jelasnya. (TIARA)

Dibaca 1350 kali

1 comment

  • Comment Link Ferdinand Okoseray 18/ 10/ 2017 posted by Ferdinand Okoseray

    Polisi perlu transparan... Thomas A. E. Ondi dalam kasus-nya itu, sudah berapa Uang Negara yang dikembalikan diperhitungkan dengan barang yang disita... Kasus Korupsi pada saat itu bagaimana dengan sistim Perbankan di Mamberamo Raya pada saat itu... Semua aspek perlu menjadi perhatian dalam penyelidikan... Kami hargai dari segi aspek penegakan Hukum, tetapi dari aspek kondisi Mamberamo Raya pada saat itu siapapun juga dia yang menjabat pasti akan mengalami kasus ini... Untuk Kemanusiaan kami minta dilakukan penangguhan penahanan...

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX