Asesmen Center Polri Jadi Program Unggulan di Tahun 2015 | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Asesmen Center Polri Jadi Program Unggulan di Tahun 2015

Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Dari Pelatihan Assessor Mabes Polri yang Diikuti 25 Anggota Polda Papua”

Jayapura,- Guna meningkatkan profesionalisme anggota Polri, Markas Besar Polri menggelar pelatihan Assessmen Center Polri (Assessor) di Mapolda Papua, Selasa (5/5) lalu. Pelatihan yang digelar selama tiga hari itu diikuti oleh 25 anggota Polri dilingkungan Polda Papua, yang terdiri dair Pamen, Pama dan PNS Polri golongan III.
Dalam pelatihan ini, Mabes Polri menurunkan tem Assessor  yang dipimpin oleh Kombes (Pol) Bambang Hartobroto selaku Kabag Penkompeten RU Binkar Mabes Polri dibantu Kombes (Pol) Noviana Pranata selaku Ass Utama Bag Penkompeten RU Binkar Mabes Polri dan AKBP Bariza Sulfi, Kasubag Kompeten Bag Penkompeten RU Binkar Mabes Polri.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Inspektur Jenderal Polisi Hakka Astana  dalam sambutannya menyatakan bahwa Assessmen Center Polri masih akan menjadi program unggulan di tahun 2015.
Oleh karena itu, Renstra Polri tahun 2015-2019 SSDM Polri bertanggung jawab untuk melaksanakan Program Quick Wins nomor 5 tentang Pemberlakuan Rekrutmen Terbuka untuk jabatan di lingkungan Polri (Polres, Polda dan Mabes Polri).
Dikatakan, Program Reformasi Birokrasi Polri gelombang II Tahun
2010-2014 yang program pentingnya berkaitan dengan SDM, yaitu Program Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur. Dimana Assessment Individu Berdasarkan Kompetensi menjadi program yang diunggulkan dapat dilalui sesuai dengan target yang hendak di capai.
Salah satu program yang telah selesai dilaksanakan di tahun 2014, terangnya,  Rekruitmen Penyidik melalui Assissment dengan target ukuran keberhasilan adalah terlaksananya Rekruitmen Penyidik Melalui Assessment di 6 Polda dan Mabes Polri.
“Program tersebut merupakan amanat dari Inpres Nomor 2 tahun 2014 tentang Program unit kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian Pembangunan(UKP4), yaitu Rencana Aksi Nasional Percepatan pemberantan Korupsi ( RAN PPK),” kata Bambang membacakan sambutan Asisten Kapolri.
Sejak tahun 2009, sambungnya, Assessmen Center di tingkat Mabes sudah melakukan uji kompetensi dan mempunyai wadah tersendiri yaitu Bagian Penilaian Kompetensi di bawah Biro Binkar SSDM Polri. 
Bahkan aat ini Assessmen Center Polri, telah melaksanakaan uji Kompetensi di lingkungan internal sebanyak 3.269 orang yang terdiri dari berbagai jabatan strategis di lingkungan Polri.
Hakka menyebutkan, Assessment Center Polri juga telah dipercaya oleh eksternal Polri, misalnya Uji Kompetensi untuk pejabat PERURI, Calon pejabat BNN sebagai KA BNNP/Pejabat Eselon III dan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan uji Kompetensi Calon Camat, Lurah, Kepala Puskesmas Kepala Sekolahdan pejabat Eselon III/IV BPTSP.
“Belum lama ini telah di percaya Gubernur Jawa Tengah untuk melaksanakan Assessment terhadap calon Sekretaris Daerah dan pejabat tinggi Pratama dilingkungan Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Hakka menyakini dimasa mendatang, selain untuk memetakkan jabatan anggota, Assessment Center Polri diarahkan dan dikembangkan untuk di gunakan dalam proses perekrutan personel Polri. Sementara itu Assessment Center tingkat Polda, selain melaksanakan uji Kompetensi di lingkungan Polda,  juga diharapkan dapat menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain yang ada di daerahnya.
“Penerapan Assessment Center di tingkat Polda dilakukan untuk memotret Kompetensi Personel yang akan menduduki jabatan di lingkungan Polda sesuai dengan kewenangan. Salah satu tantangan dalam menerapkan Assessment Center di tingkat Polda adalah belum tersedianya Sumber Daya yang memadai. Terutama Sumber Daya Manusia (Assessor) dan sarana prasarana pendukung kegiatan Assessment Center Polda,” ujarnya.
Pada dasarnya Assessment Center, selain untuk menentukan kompetensi individu juga merupakan sarana bagi organisasi atau pimpinan untuk meningkatkan kompetensi SDM Polri melalui pelatihan-pelatihan manajerial. Misalnya, Hakka memberikan contoh, pelatihan meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan pengorganisasian, komunikasi, kepemimpinan dan lain-lain.
Untuk itu, lanjutnya, agar Assessment Center dapat diterima dengan baik, diperlukan kemauan dan komitmen yang terus menerus dari seluruh pimpinan untuk menerapkannya dalam pembinaan karier anggota.
“Assessment Center Polda telah di dukung oleh anggaran melalui Dipa 2015 di masing- masing Polda, anggaran tersebut digunakan untuk pelaksanaan Assessment jabatan Wakapolres, Kabag, Kapolsek dan Kasat di 31 Polda,” urainya.
Hakka menekankan kepada Karo SDM dapat memanfaatkan secara sungguh-sungguh, khususnya dalam kegiatan penempatan jabatan di satuan kerjanya dengan memadukan tingkat kompetensi, penilaian kinerja dan hasil pemetaan psikologi personel tersebut.
”Saya harap Karo SDM Polda dapat melaksanakan dan mengawasi penggunaan anggaran serta berkoordinasi dengan Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri untuk pelaksanaannya,” tukas Hakka.
Sekedat diketahui, Selain di ikuti sekitar 25 peserta dari Polda Papua, pelatihan Assessor Mabes Polri juga dihadiri Wakapolda Papua Brigjend (Pol) Rudolf A Rodja dan seluruh pejabat utama Polda Papua. (Syaiful)

Dibaca 3311 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX