Kapolres Keerom Diminta Segera Pulangkan Jafar Umar Tholib | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Anggota DPR Papua, Decky Nawipa. Anggota DPR Papua, Decky Nawipa.

Kapolres Keerom Diminta Segera Pulangkan Jafar Umar Tholib

Headline Penulis  Senin, 09 Oktober 2017 21:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Anggota DPR Papua, Decky Nawipa meminta kepala Kepolisian Resort Kabupaten Keerom segera mengambil langkah terkait keberadaan Jafar Umar Tholib (JUT) di Kabupaten Keerom.

Hal tersebut merupakan desakan masyarakat dan keputusan pemerintah Kabupaten Keerom.

“Sudah lama pemerintah kabupaten Keerom mengeluarkan surat. Jadi kami menilai Kapolres tidak bertindak serius. Jika kapolres arahnya melindungi, maka harus dicopot,” kata Decky Nawipa, Senin (9/10/17).

Menurut legislator Partai Gerindra ini, visi dan misi Jafar Umar Tholib di Papua dinila bertentangan dengan slogan Papua damai.

Apalagi kata Decky, berkaca pada peristiwa masa lalu, bahwa keberadaanya di suatu daerah menimbulkan dampak negative.

“Kami mendengar sudah membangun pondok pesentren II dengan misi yang berbeda dengan umat muslim yang ada. Dia datang dengan visi yang tidak jelas. Jadi, saya kira ini segera dieksekusi. Dia tidak boleh ada di tanah Papua,” tandasnya.

Decky kata Decky, kalau bisa pimpinan pesantren harus keluar dari Papua. Sementara bangunannya juga segera dieksekusi.

Walaupun lanjut Decky, sisi hukumnya saat ini belum ada pelanggaran serius yang dilakukan oleh Jafar Umar Tholib dan santrinya.

“Kita boleh melihat dari sisi hukumnya. Tapi kita melihat dampak keberadaanya,” ujar Decky.

Ia mengatakan jika Kapolres Kabupaten Keerom berpatokan pada sisi hukum dan tidak menjalankan apa yang sudah menjadi aspirasi masyarakat dan pemerintah.

“Jika kapolres tidak menjalankan, maka saya minta kapolda segera mencopot. Jadi alternatifnya, apakah Kapolres yang dicopot atau dia (Jafar Umar Tholib,red) dipulangkan dari tanah Papua,” pintanya.

Sementara itu, pimpinan pondok Jafar Umar Tholib sebelumnya menyurat pemerintah Kabaputen Keerom yang intinya, pihaknya datang di Papua hanya untuk berdakwa dan tidak membawa ajaran yang menyimpang.

Selain tu, pihaknya juga hanya mau bercocok tanam dan memelihara hewan ternak wilayah tersebut. Pihaknya juga mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Keerom selalu berkelit ketika pihaknya meminta ijin masalah pembangunan pondok dan lainnya. (TIARA)

Dibaca 645 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.