Dalam Waktu Dekat Sekda Kota Jayapura Dipanggil Kejari | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Akmal Abbas. Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Akmal Abbas.

Dalam Waktu Dekat Sekda Kota Jayapura Dipanggil Kejari

Headline Penulis  Minggu, 08 Oktober 2017 20:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Akmal Abbas mengemukakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Sekda Kota Jayapura, RDS Terdakwa atas kasus dugaan kasus Korupsi Pengedaan kain batik di lingkungan Pemkot Jayapura tahun 2012 yang di taksir kerugian Negara mencapai hingga 1,7 Miliar.

“Kami dalam waktu dekat akan memangil yang ketiga kalinya setelah yang bersangkutan sudah dua kali kami panggil namun beliau tidak hadir,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Labih lanjut kata Akmal, setelah disinggung waktunya untuk pemanggilan? dirinya menuturkan setelah pihaknya menyelesaikan proses persidangan terhadap Bupati Biak Numfor TO dalam dugaan kasus Korupsi saat menjabat sebagai kepala keuangan Kabupaten Maberamo Raya senilai Rp.84 Milliar.

“Ini hanya masalah waktu saja, dengan lambat tidaknya, tidak akan mengurangi hukuman terhadap yang bersangkutan, untuk panggilan ketiga kami akan sesegera mungkin, setelah menyelesaikan proses persidangan terhadap Bupati Biak Numfor,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan untuk panggilan ketiga dirinya yakin yang bersangkutan akan datang tanpa harus melakukan upaya Paksa.

“Ya kalau datang ngapain kita lakukan upaya paksa, beliau orangnya koperatif, apalagi belau masih menjabat Sekda dan masih berada di Kota Jayapura,” ucapnya.

Sementara itu perlu di ketahui RDS terlibat dalam dugaan kasus korupsi pengadaan kain batik di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura tahun 2012 dimana kerugian Negara mencapai hingga Rp.1,7 Miliar, pada 21 September 2015 Pengadilan Tipikor Jayapura, menvonis bebas RDS. Pasca putusan bebas tersebut kejaksaan melakukan kasasi ke Mahkama Agung. Dan dalam putusan Mahkama Agung menvonis enam tahun penjara.

Dibaca 946 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.