Merauke Perioritas Pembangunan Kekuatan TNI | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Prajurit TNI. (foto:ady) Prajurit TNI. (foto:ady)

Merauke Perioritas Pembangunan Kekuatan TNI

Papua Selatan Penulis  Kamis, 05 Oktober 2017 20:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Kabupaten Merauke menjadi salah satu daerah atau pulau terluar di Indonesia yang menjadi perioritas dalam pembangunan kekuatan TNI. Selain Merauke, Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Saumlaki), Pulau Selaru, Pulau Morotai dan Pulau Biak juga menjadi perioritas.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasrem 174/ATW, Kolonel Kav Ketut Adi Swastika Putra pada upacara HUT TNI ke 72 di Lapangan Pemda, Kamis (5/10) mengatakan pembangunan kekuatan TNI terus dilaksanakan dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan pada tahap sebelumnya guna menuju pencapaian pembangunan postur ideal.

Pembangunan kekuatan TNI tetap difokuskan kepada modernisasi Alutsista, pengembangan organisasi dan pembangunan sarana prasarana. Selain itu, juga diisesuaikan dengan  dinamika perkembangan lingkungan strategis dan ketersediaan anggaran.

Lebih lanjut dikatakan Panglima, pembangunan pulau terluar tertentu yang bersifat strategis merupakan salah satu bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan sebagai pedoman guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan perannya sebagai alat pertahanan  negara.

Sedangkan terkait peningkatan kesejahteraan prajurit, Panglima mengatakan itu akan tetap dilakukan melalui peningkatan penghasilan prajurit dalam program remonerasi. Kemudian, program perumahan non dinas bagi prajurit TNI melalui program kredit kepemilikan.

Ditambahkan Panglima, tema peringatan HUT TNI ke 72 ‘Bersama rakyat, TNI kuat’. Makna yang terkandung dalam tema tersebut adalah TNI tumbuh dan berkembang bersama rakyat. “Ini adalah isensi kesejatian TNI yang tidak boleh pudar di tengah-tengah arus globalisasi,”tegas Panglima.

Dibaca 779 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX