Bupati Biak Thomas Ondi Diserahkan ke Kejaksaan | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar. Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Bupati Biak Thomas Ondi Diserahkan ke Kejaksaan

Headline Penulis  Kamis, 05 Oktober 2017 18:52 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Berkas perkara kasus dugaan Korupsi APBD Kabupaten Maberamo Raya sebesar Rp 84 miliar yang dilakukan Bupati Biak Numfor, Thomas AE Ondi saat menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Kabupaten Mamberamo Raya dinyatakan lengkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, dan langsung diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Jayapura untuk diproses lebih lanjut.

"Kasusnya sudah lengkap tapi baru hari ini penyerahan (tersangka dan berkas) ke Kejari termaksud barang bukti dan aset yang sudah disita," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat di temui di Mapolda Papua, Kamis (5/10/17).

Kata Boy selain Thomas Ondi yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan di Kabupaten Mamberamo Raya, dua orang tersangka lainnya juga ikut dilimpahkan ke Ke Kejaksaan Negeri.

"Soal sidang dimana itu ranahnya Kejati Papua, kami sudah lengkapi berkasnya dan serahkan para tersangka, termasuk dua orang lainnya," katanya.

Sementara itu perlu di ketahui Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua telah memeriksa sebanyak 18 saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana APBD Pemda Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2012 dan 2013 senilai Rp 84 miliar. Dalam kasus ini, Bupati Biak Numfor Thomas Ondi (TO) telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2016 lalu.

18 saksi terdiri atas 15 orang pegawai negeri sipil di sejumlah instansi terkait seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah serta tiga saksi lainnya dari Bank Papua.

Sebelumnya, pada pertengahan September lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua telah menahan Bupati Biak Numfor Thomas Ondi di Rumah Tahanan Mapolda Papua.

Penahanan terhadap Bupati Biak Numfor itu dilakukan oleh penyidik Polda Papua seusai pemeriksaan hukum termasuk pemeriksaan terhadap kesehatannya yang dilakukan tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu Terkait aksi demo damai oleh LSM Kampak dan sejumlah mahasiswa di depan Mapolda Papua, mantan Kapolda Banten itu mengemukakan bahwa kedatangan kelompok tersebut untuk menyatakan sikap mendukung aparat penegak hukum dalam megungkap kasus korupsi di Tanah Papua.

"Pada prinsipnya kami dengar tadi dari pendemo, mereka mendukung dari langkah-langkah penegakkan hukum, mereka atas nama rakyat Mamberamo Raya berikan support kepada aparat penegakkan hukum baik kepolisian atau kejaksaan," katanya.
 
"Baik langkah-langkah hukum kepada yang terduga yang ditetapkan sebagai tersangka yang saat ini menjabat sebagai bupati yakni Pak Thomas Ondi, ketika menjadi kepala bagian keuangan di Mamberamo Raya," lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Papua memberikan apresiasi atas dukungan tersebut, namun menyarankan agar pemerhati masalah korupsi dan masyarakat bisa lebih peka dalam mengawasi penggunaan dana pemerintah oleh pihak-pihak terkait.

"Kepada mereka saya sampaikan, bahwa kita perlu kerja sama antara penegakkan hukum dan masyarakat, sehingga pemberantasan korupsi ini, baik di daerah bisa kita wujudkan dengan baik, masyarakat sebagai pengemban fungsi kontrol bisa bantu untuk tangani masalah ini lebih luas," katanya.

Dibaca 909 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.