Atas Namakan OPM, Aparat Pemerintah Tertipu Oleh Kedua Warga PNG | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Penanggung jawab deklarasi Viktoria 1 Juli TPN/OPM, Lambert Pekikir. Penanggung jawab deklarasi Viktoria 1 Juli TPN/OPM, Lambert Pekikir.

Atas Namakan OPM, Aparat Pemerintah Tertipu Oleh Kedua Warga PNG

Headline Penulis  Selasa, 03 Oktober 2017 23:26 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Penanggung jawab deklarasi Viktoria 1 Juli TPN/OPM, Lambert Pekikir terpaksa angkat bicara atas sikap yang dilakukan oleh dua warga Papua New Guine (PNG) masing-masing Bil Sadrak Way dan Bensemen warga kampung Ailes, yang mengatanamakan anggota TPN/OPM, lalu menyerahkan 1 pucuk senjata dan ingin bergabung dengan Indonesia.

Dimana senjata api jenis engkelloop itu diserahkan langsung kepada pemerintah daerah usai upacara Perigatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan oleh aparat pemerintah baik itu pemda Keerom, TNI maupun Polri tahun 2017 di halaman kantor bupati Keerom, Senin (2/10/10).

“Saya katakan itu adalah pembohongan, aparat keamanan baik TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Keerom ditipu oleh kedua warga tersebut karena status kedua orang yang menyerahkan 1 puncuk senjata merupakan warga negara PNG, bukan warga negara Indonesia. Bahkan dua orang itu bukan anggota TPN/OPM,” tegas Lambert Pekikir.

Lamber mengakui, bahwa dirinya  mengetahui persis kedua warga tersebut sehingga meminta kepada aparat keamanan TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Keerom dalam hal ini Bupati Keerom yang juga merupakan anak asli Keerom untuk jangan cepat terpancing dan cepat percaya apa yang dibawa oleh kedua orang tersebut.

Seharusnya, kata Lamber, pemerintah harus  menyelidiki kedua orang itu, apalagi mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di perbatasan.   “Bisa saja akan membuat situasi keamanan di perbatasan kurang bagus,” tukasnya.
Lambert mencontohkan, dirinya menyamar sebagai anggota TNI dan menyerahkan diri TPN/OPM pastinya TNI marah. Begitu juga TPN/OPM, kalau ada masyarakat yang menyamar sebagai TPN/OPM dan menyerahkan diri ke Indonesia dengan membawa senjata pastinya TPN/OPM yang berada di perbatasan  akan marah dan membuat situasi kurang baik di wilayah perbatasan.

Oleh karena itu, pihaknya menyangkan terhadap aparat keamanan TNI , Polri  maupun aparat pemerintah yang berada diwilayah perbatasan ditipu oleh kedua warga Negara itu yang statusnya kependudukanya adalah warga PNG lalu menyamar sebagai anggota OPM.

“kenyataanya mereka bukan anggota OPM, melainkan warga negara PNG. bisa tanyakan pemerintahan Sandaun, semua orang tahu siapa itu Bil Sadrak Woy dan Bil Sadrak Woy adalah anak ondoapi Stkotjau dan Bensimen adalah salah satu tokoh di Kampung Ailes,”jelasnya.

Iapun berharap agar kedepan  untuk tetap berhati- hati, jangan mudah percaya. “Saya mau bilang sumber senjata di PNG, hokum PNG menyatakan bahwa saya warga PNG mengurus surat- surat lengkap saya bisa membeli senjata,” katanya.

“Apalagi karena itu,  begitu mudahnya mereka mendapatkan senjata, apalagi senjata jenis Engkle Loop. Bagi aparat kemanan baik itu TNI, Polri dan Pemda Keerom yang bertugas diwilayah Perbatasan Keerom agar permainan- permainan kotor harus dihindari. “Mari kita jaga Keerom sama- sama sebagai sona damai,” pungkasnya.

Dibaca 1088 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.