Dinkes Akui 38 Orang Meninggal Di Distrik Samenage | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Kepala dinas kesehatan provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes. Kepala dinas kesehatan provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

Dinkes Akui 38 Orang Meninggal Di Distrik Samenage

Headline Penulis  Kamis, 28 September 2017 21:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Kepala dinas kesehatan provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengakui sebanyak 38 orang meninggal dunia di 8 kampung di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo yang terjadi sejak bulan Maret silam.

“Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kejadian kematian warga di distrik Distrik Samenage Kabupaten Yahukimo,” ungkapnya , Kamis (28/9).

"Memang benar ada warga yang meninggal dunia. Itu terjadi tidak secara mendadak, tetapi merupakan akumulasi kematian sejak bulan Maret 2017,”katanya.

baca, Kinerja Dinas Kesehatan Dinilai Gagal

Dijelaskannya,  dari 38 warga yang meninggal tersebut, laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan sebanyak 16 orang. Dimana yang meninggal di Kampung Samenage sebanyak 10 orang, Kampung Ison sebanyak 6 orang, Kampung Aspopo sebanyak 3 orang, Kampung Hugilokon sebanyak 6 orang, Kampung Muke sebanyak 3 orang, Kampung Haleroma sebanyak 3 orang, Kampung Notnare sebanyak 5 orang dan Kampung Hirin sebanyak 2 orang.

Jika  berdasarkan usia maka untuk usia 0-5 tahun sebanyak 7 orang, 6-16 tahun sebanyak 3 orang, 16-25 tahun sebanyak 6 orang dan 26-60 tahun sebanyak 22 orang.

"Kematian terjadi dimulai pada bulan Maret terjadi 2 kasus, bulan Mei terjadi 3 kasus, bulan Juni terjadi 6 kasus, bulan Juli terjadi 12 Kasus dan bulan Agustus terjadi 15 kasus. Kita kesulitan mengetahui penyebab kematian tetapi berdasarkan wawancara dengan masyarakat di kampung dan analisis kemungkinan penyebab kematian antara lain Bronchopneumoni dan TBC (penyakit Paru-Paru), diare (penyakit saluran pencernaan), malaria dan HIV-AIDS,” bebernya.

Dari sisi ketersediaan fasilitas, di Distrik Samanege, terdapat bangunan fisik puskemas yang sangat rapuh, dengan ketersediaan fisilitis medik yang minim seperti peralatan medik maupun fasilitas rawat inap, kondisi ini diperburuk dengan minimnya tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Data yang ada menyatakan hanya ada 2 petugas medis yang tercatat di Puskesmas namun itupun tidak aktif hampir satu tahun,”ucapnya.

Sementara itu kepala desa Biribem distrik Inikgal, Bison Wandikbo yang dihubungi melalui telepjon sellulernya mengatakan nama-nama korban belum bisa di data mengingat rumah dan tempat tinggal korban cukup jauh.

Dibaca 582 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.