Cegah Peredaran Pil PCC, SMAN 1 Sentani Rutinkan Sweeping Siswa | Pasific Pos.com

| 22 January, 2020 |

Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd

Cegah Peredaran Pil PCC, SMAN 1 Sentani Rutinkan Sweeping Siswa

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Selasa, 26 September 2017 20:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Mencegah adanya peredaran obat terlarang seperti PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) di lingkungan sekolah, SMA Negeri 1 Sentani merutinkan kegiatan sweeping kepada seluruh siswa saat hendak masuk dan pulang sekolah di ruangan kelas.

"Hal itu kami lakukan sejak PCC menjadi penyebab jatuhnya korban terhadap sejumlah warga khususnya anak-anak di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sehingha Kita rutin lakukan sweeping di sekolah baik mereka (siswa) datang maupun pulang sekolah. Dan di tas mereka atau di kantong-kantong celana mereka itu tetap menjadi fokus perhatian para guru di sekolah untuk mencegah anak-anak menyimpan pil PCC ini," kata Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd, ketika dikonfirmasi harian ini, Selasa (26/9/17).

Selain melakukan sweeping, pihaknya juga setiap kali apel pagi selalu menyampaikan ke siswa agar menghindari obat-obatan terlarang tidak kecuali PCC. Sebab, berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kita juga sampaikan efek dari PCC. Namun Puji Tuhan justru siswa lebih tau dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini melalui media sosial (Medsos), ucapnya.

Dikatakannya, sweeping di kelas rutin dilakukan setiap hari disetiap ruangan kelas dan melarang siswa untuk membawa handphone (HP) ke sekolah.

Ini hal yang perlu dan urgent untuk segera harus diantisipasi dengan cara kami menerapkan sweeping apa yang dibawa oleh para siswa ke sekolah. Sedangkan untuk handphone yang mungkin menjadi media komunikasi ke luar maupun ke dalam sekolah, juga sudah kami larang kepada siswa agar tidak membawanya ke sekolah demi mencegah komunikasi dengan pihak lain yang dengan mudah menjadi perantara untuk beredarnya PCC tersebut, sambung Agnes.

Dia berharap, PCC ataupun obat terlarang lainnya tidak sampai ke Kabupaten Jayapura, khususnya di Kota Sentani. Karena informasi yang diperolehnya bahwa ribuan pil PCC yang masuk ke Provinsi Papua sudah digagalkan oleh aparat Kepolisian.

Puji Tuhan sampai sekarang siswa kami sebanyak ratusan orang ini masih aman dari PCC dan obat-obatan terlarang lainnya, dan mudah-mudahan tidak pernah terjadi, harapnya.

Dibaca 391 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik