Empat Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi DAU Pegubin 2016 | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono.

Empat Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi DAU Pegubin 2016

Headline Penulis  Senin, 25 September 2017 17:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Minggu ini Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka”



JAYAPURA,- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua telah meningkatkan perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2016 di Kabupaten Pegunungan Bintang yang menelan anggaran mencapai Rp. 5 Miliar, setelah  memeriksa empat orang saksi terkait pembangunan jalan poros pada lima Kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Adapun lima kampung diantaranya, pembangunan jalan di kampung Aldom Silifmata distrik Oksibil, kampung Parim Yakmor distrik Seram Bagor, kampung Iriding Okbunding disrtik Okibab, kampung Okbon Minumbik dan kampung Pepera Bungor distrik Pepera.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono saat dihubungi wartawan dari Jayapura, Senin (25/9).

Edi menjelaskan, empat orang yang diperiksa sebagai saksi itu adalah oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemda Pegunungan Bintang dan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, ada tiga orang yang nanti akan kita tingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, kemungkinan penetapannya akan berlangsung pada minggu ini,” ungkapnya.

Edy pun membeberkan modus yang dilakukan para koruptor dalam mengambil keuntungan uang negara. Dimana paket pekerjaan jalan itu di pecah menjadi lima paket dan tak adanya proses lelang proyek dalam kasus ini.

“Proyek ini seharusnya dikerjakan dalam satu paket pekerjaan, namun dipecah menjadi lima proyek dengan nilai untuk masing-masing kegiatan sebear Rp. 1 Miliar,” tambahnya.

Edy menjelaskan, dari hasil penyelidikan pekerjaan itu ternyata fikitf dan realisasinya 100 persen.

“Sampai saat ini, kita masih menunggu perhitungan kerugian negara dari pihak BPK,” katanya.

Ketika ditanya adanya laporan dari warga terkait dugaan kasus korupsi yang mencapai miliaran rupiah yang terjadi di Pemda Pegungan Bintang, Edy menegaskan laporan itu memang benar ada.

“Ya, kami sudah menerima laporannya. Kini penyelidikan atas laporan itu sudah dilakukan. Namun, banyaknya perkara dugaan korupsi disana, tentu akan kami selesaikan secara bertahap,” pungkasnya.

Dibaca 631 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.