11,2 Miliar Dana Pembebasan Lahan Pelabuhan Depapre Diduga Diselewengkan | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Kepala Seksi Intelejen Kejari Jayapura, Lukas Kubela. Kepala Seksi Intelejen Kejari Jayapura, Lukas Kubela.

11,2 Miliar Dana Pembebasan Lahan Pelabuhan Depapre Diduga Diselewengkan

Headline Penulis  Kamis, 14 September 2017 23:21 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kejaksaan Negeri Jayapura memeriksa 15 saksi dalam kasus penyalahgunaan anggaran pengadaan lahan seluas 24 hektar untuk pelabuhan peti kemas di Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Total anggaran untuk pembebasan lahan mencapai Rp 12,4 miliar.

Modus penyalahgunaan dalam kasus didalam kasus ini adalah penggunaan anggaran negara untuk pembebasan lahan reklamasi pantai di Depapre.
Kepala Seksi Intelejen Kejari Jayapura, Lukas Kubela saat ditemui di Jayapura pada beberapa waktu lalu mengatakan, 15 saksi yang diperiksa mengetahui adanya anggaran pembebasan lahan reklamasi untuk pelabuhan di Depapre dari tahun 2008 hingga 2013.

"Terjadi pembayaran sebanyak empat kali dalam rentang tahun 2008 hingga tahun 2013. Diketahui 15 saksi itu terdiri dari Pegawai Sekretariat Pemkab Kabupaten, Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Biro Hukum dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Jayapura," kata Lukas.

Ia menuturkan, lahan 24 hektar dibebaskan dengan menggunakan APBD dan APBN dari Kementerian Perhubungan dominan berada di area reklamasi pantai di Depapre.

"Luas lahan di area reklamasi mencapai 21 hektar. Proses pembayaran atas lahan reklamasi telah menyalahi Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum. Diperkirakan kerugian negara sementara dalam kasus ini mencapai Rp 11,2 miliar," tuturnya.

Lukas pun menegaskan kasus ini telah memasuki tahap penyidikan. Setelah adanya gelar perkara di Kejati Papua, lanjut Lukas, maka pihaknya akan mengumumkan para tersangka dalam kasus ini.
Ia pun menambahkan kasus ini terjadi semasa pemerintahan Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae hingga bupati saat ini Matius Awoitauw.

"Kami juga berencana memanggil Habel untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Namun beliau masih berada di luar Papua," tambah Lukas.

Dibaca 646 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.