Petani Berharap Kopi Asal Wamena Dapat Tembus Pasar Internasional | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Para petani kopi Wamena saat menunjukan hasil panen. Para petani kopi Wamena saat menunjukan hasil panen.

Petani Berharap Kopi Asal Wamena Dapat Tembus Pasar Internasional

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 14 September 2017 19:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wamena - Para petani kopi dari Wamena terus berharap agar kopi asal wamena yang namanya sudah mulai tenar di semua kalangan pecinta kopi di seluruh Indonesia dapat menembus pangsa pasar dunia/internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tani Kopi di kampung Tagulik distrik Bugi kabupaten Jayawijaya, Sili Gombo. Petani kopi di distrik Bugi  merupakan petani kopi binaan Kodim 1702/Jayawijaya.

Kepada rombongan Direktur Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Jakarta saat berkunjung langsung melihat lahan dan pengolahan biji kopi di distrik bugi, Kamis (14/9), Ketua tani kopi,  Sili Gombo menyampaikan terima kasih kepada rombongan telah mengunjungi lahan kopi yang dimilikinya. Ia menuturkan bahwa dengan adanya kunjungan dari perusahaan (BUMN) yang bertempat di Jakarta dapat membuat kopi Wamena lebih dikenal lagi secara nasional maupun internasional sehingga hal ini dapat dijadikan motivasi bagi rekan-rekan petani kopi yang lain dari Wamena dan sekitarnya.

"Saya yakin penghasilan dari kopi Wamena dapat menunjang perekonian masyarakat di Wamena terutama di distrik Bugi kampung Tagulik. Distrik  Bugi juga menjadikan kopi sebagai produk unggulan daerah setempat jika pengolahannya dilakukan dengan benar dan profesional sehingga dapat distandarkan dengan kopi luwak yang dapat merebut pangsa pasar kopi dunia", tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kopi sekaligus Direktur PPI Jakarta, Agus menyampaikan akan semaksimal mungkin membantu meningkatkan penjualan/pemasaran kopi yang ada di wamena dan sekitarnya.

"Kami dari PPI Jakarta yang merupakan perusahaan dibawah Kementrian Perdagangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu dan mendorong para petani kopi dimanapun di seluruh Indonesia, agar lebih meningkatkan produksi dan kualitas kopi daerahnya sehingga dapat di ekspor ke luar negeri", ujarnya.

Dari beberapa tempat selain distrik Bugi yang dikunjungi seperti distrik Yagara, distrik Kurulu, Wolo, Kimbim dan kampung Piramid. Rombongan melihat langsung cara pengolahan kopi yang dimulai dengan melakukan pemetikan kopi arabika (green bean), pengupasan hingga penjemuran sehingga menjadi biji kopi yang berkualitas tinggi/ menjadi biji kopi premium.

"Masih banyak petani kopi di Wamena ini yang sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional, walaupun sudah ada juga yang telah menggunakan alat modern. Hal ini akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat agar para petani kopi di daerah mendapatkan bantuan alat pengolahan kopi yang lengkap hingga menjadi kopi siap jual", ujar Agus.

Berkaitan dengan hal itu, Dandim Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun memberikan bantuan 1 unit mesin penggiling kopi kepada petani kopi Wamena beberapa waktu lalu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah membantu para petani di wilayahnya, dimana hal ini juga sebagai upaya dalam memajukan perekonomian masyarakat.

Dibaca 968 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.