20 Orang Ikut Pelatihan KSR PMI Kabupaten Jayapura | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Para peserta pelatihan KRS angkatan ke-II Tahun 2017 ketika mendengarkan arahan dari Sekertaris PMI Kabupaten Jayapura, dr. Raflus Doranggi, didampingi Wakil Ketua Bidang PMR pada PMI Provinsi Papua Ramli Tarigan, dan perwakilan Basarnas. Para peserta pelatihan KRS angkatan ke-II Tahun 2017 ketika mendengarkan arahan dari Sekertaris PMI Kabupaten Jayapura, dr. Raflus Doranggi, didampingi Wakil Ketua Bidang PMR pada PMI Provinsi Papua Ramli Tarigan, dan perwakilan Basarnas.

20 Orang Ikut Pelatihan KSR PMI Kabupaten Jayapura

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 14 September 2017 18:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Sebanyak 20 orang mengikuti Pelatihan Korps Sukarelawan (KRS) Angkatan Ke-II Tahun 2017. Penutupan pelatihan KSR ini dilaksanakan di Aula Balai Trans, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/9/17).

Sebelum penutupan, para peserta mengadakan simulasi pertolongan pertama pada bencana alam yang disaksikan oleh Sekretaris PMI Cabang Kabupaten Jayapura dr. Raflus Doranggi, Wakil Ketua Bidang PMR pada PMI Provinsi Papua Ramli Tarigan, perwakilan Basarnas dan pengurus PMI Cabang Kabupaten Jayapura.

Ini adalah pelatihan rekruitmen relawan PMI Kabupaten Jayapura yang direkrut sebagai relawan-relawan itu dari beberapa distrik, yakni ada dari Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani, Distrik Ebungfauw, Distrik Waibhu dan Distrik Sentani Barat, kata Sekretaris PMI Cabang Kabupaten Jayapura, dr. Raflus Doranggi, kepada wartawan usai menutup secara resmi kegiatan Pelatihan Korps Sukarelawan (KSR) Angkatan ke-II Tahun 2017.

Lebih lanjut Raflus mengungkapkan, pelatihan yang diberikan kepada para peserta ini dengan mata pelatihan selama 125 jam untuk mereka menjadi Korps Sukarelawan (KSR) PMI Cabang Kabupaten Jayapura. Oleh karena itu, mereka atau Korps Sukarelawan (KSR) ini, disiapkan untuk membantu pada saat terjadi bencana baik di Kabupaten Jayapura maupun di daerah lain harus menjadi relawan-relawan yang bisa diterjunkan ke lapangan.

"Mereka  kita siapkan untuk membantu ketika ada bencana dan harus siap menjadi relawan-relawan yang bisa diterjunkan ke daerah yang terkena bencana. Jika tidak terjadi bencana mereka akan terus melakukan pelatihan dan juga membantu kegiatan-kegiatan PMI lainnya,katanya.

Untuk materi, kata Raflus para peserta mendapatkan materi-materi tentang pertolongan pertama, kemudian ada materi tentang assesment (jika terjadi bencana apa yang harus mereka lakukan), dari materi pertolongan pertama itu mereka juga dilatih bagaimana menangani orang yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang dan bagaimana cara mengangkat korbannya.

"Ini hanya pelatihan KSR dasar. Nanti ada pelatihan KSR lanjutan ditingkat spesialisasi seperti spesialisasi logistik, spesialisasi untuk pertolongan pertama da spesialisasi bongkar pasang tenda. Sedangkan untuk instruktur dalam pelatihan ini ada instruktur yang bersertifikat untuk pertolongan pertama dan juga ada dari dokter spesialis bedah yang melatih para peserta, jelasnya.

"Saya berharap kepada mereka (peserta) bisa terus mengerjakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan ini, karena mereka inikan tidak dibayar dan bekerja dengan setulus hati. Sehingga harus terus mengasah kepedulian sosial mereka terhadap masyarakat,"harapnya.

Dibaca 795 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX