Diharapkan, GIDI Klasis Port Numbay Jadi Tolak Ukur Persatuan Gereja di Papua | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Pembukaan Konferensi Gereja GIDI Klasis Port Numbay di Hotel Sahid Entrop, Jayapura. Pembukaan Konferensi Gereja GIDI Klasis Port Numbay di Hotel Sahid Entrop, Jayapura.

Diharapkan, GIDI Klasis Port Numbay Jadi Tolak Ukur Persatuan Gereja di Papua

Kota Jayapura Penulis  Selasa, 12 September 2017 19:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Komferensi ke II Libatkan 150 Peserta Jemaat"




Jayapura  : Ketua Gereja GIDI Wilayah Pantai Utara, Pdt. Iker Kogoya mengajak kepada seluruh kader maupun para hamba-hamba di wilayah GIDI Klasis Port Numbay untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan membangun komunikasi baik ditingkat DPP maupun di tingkat wilayah.

“Gereja GIDI Port Numbay di Kota Jayapura sebagai tolak ukur dari klasis-klasis yang lain di Papua. Karena Kota Jayapura didiami 7 wilayah adat. Kita harus menjadi contoh untuk memajukan kader-kader ke arah lebih baik,” kata Pdt Iker Kogoya ketika membuka konfrensi  ke II di Hotel  Sahid  Entrop, Jayapura, Selasa (12/9) kemarin siang.

Lanjut dikatakan bahwa, dalam kegiatan Konfrensi ke II melibatkan  sekitar 150 peserta jemaat. Bahkan kata Pdt. Iker,  ini tidak hanya sekedar konfrensi tapi memiliki makna untuk harus dibawa dan dilakukan dalam setiap pelayanan.

"Pelayanan akan lebih baik jika persatuan dan kesatuan kokoh, " tandasnya.

Sementara itu, Ketua  Klasis Port Numbay, Pdt. Alkenus Waga juga mengatakan, wajah Klasis Port Numbay di Kota Jayapura semakin bersinar dan pandang lebih bagus ketika kader maupun para hamba Tuhan bersatu dan mampu mempersatukan umat.

Oleh karena itu, melalui konfrensi ke II di tahun 2017 ini mengajak kepada semua umat untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

“Memberikan yang terbaik bukan kepada ketua klasis atau kepada siapa-siapa. Tapi konfrensi kedua kali ini harus memiliki perhitungan yang mantap guna memberikan yang terbaik untuk Tuhan,” ujarnya

Menurut Pdt. Alkenus, menjaga nama baik gereja  ada ditangan semua klasis Port Numbay melalui sikap dan perbuatan yang sering dilakukan setiap saat, sehingga apabila ada persoalan yang sering dihadapi di klasis harus cepat direspon untuk mengambil jalan keluar.

Apalagi kata Pdt. Alkrnus, Penginjilan di Kota Jayapura mempunya visi yang harus dijalan Untuk Tuhan yakni untuk menjadi terang dan pemersatu bangsa di negeri yang dicintai bersama.

"Ini sangat penting dilakukan, karena ketika kita tidak lakukan, maka akan menjadi penghalan bagi kehidupan kita,”  pesannya.

Bahkan kata Alkenus,  Kota Jayapura ini dihuni oleh berbagai suku bangsa Indonesia sehingga siapapun yang ada di negeri tetap menemukan kader-kader dari GIDI.
Untuk itu, ia mengajak semua umat  untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar ada daya tari tersendiri di mata orang.

"Kita tidak hanya lakukan dengan kata-kata ataupun sikap tetapi disertai denga perbuatan,” tandas Pdt. Alkenus.

Pdt. Alkenus menambahkan, setiap perjuangan memiliki tantangan tersendiri sehingga apabila semua bersatu maka semuanya tidak akan ada yang memisahkannya.

“Siapapun dia yang ada di negeri ini harus bersatu tanpa memandang dia siapa, karena tujuan kita untuk memberikan kemulian bagi Tuhan, " imbuhnya. (TIARA)

Dibaca 478 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.