Banyak Perempuan Papua Jadi Pengusaha, Ekonomi Melejit | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Pengurus IWAPI Dan Tamu Undangan Saat Menghadiri Penutupan (foto:iis) Pengurus IWAPI Dan Tamu Undangan Saat Menghadiri Penutupan (foto:iis)

Banyak Perempuan Papua Jadi Pengusaha, Ekonomi Melejit

Papua Selatan Penulis  Senin, 11 September 2017 20:29 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Ir.Dyah Anita Prihapsari, MBA mengemukakan bahwa IWAPI adalah garda terdepan untuk memotivasi dan menginspirasi para perempuan di Papua untuk menjadi pengusaha. Jika semakin banyak perempuan Papua yang menjadi pengusaha maka pertumbuhan ekonomipun akan lebih melejit. “Potensi tanah Papua sangat besar. Papua juga memiliki tanah yang subur. Untuk itu, mari kita  promosikan kearifan lokal mulai dari kuliner, fashion dan termasuk Noken untuk sampai ke dunia internasional. Mari kita bermitra agar Papua bisa lebih baik ke depan,”ujarnya saat menutup Rakerda II DPD IWAPI Provinsi Papua di Swiss-Belhotel belum lama ini.  

Menurutnya, kekuatan perempuan luar biasa karena dari 54,5 juta usaha di Indonesia, 49,9 juta adalah usaha mikro di mana 60% pemiliknya adalah perempuan. Ini berarti prempuan banyak berkotribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perempuan diketahui juga sebagai pengembali kredit terbaik. Kreditnya bahkan hampir nol karena perempuan pengusaha selalu taat aturan dan mengedepankan moral dalam pengembalian hutang. Lebih lanjut ia mengungkapkan, Rakerda di Merauke telah menghasilkan keputusan, usulan dan program kerja yang akan bawa pada momentum Rakernas IWAPI OKtober mendatang.

Ia berharap seluruh pengurus IWAPI dapat menghadiri Rakernas tersebut karena penting sebagai ajang komunikasi dan evaluasi terhadap usulan dari pelaksanaan Rakerda di seluruh Indonesia. Dengan suksesnya Rakerda II IWAPI Papua menunjukkan bahwa IWAPI Papua sangat kreatif, aktif dan taat terhadap azas anggaran dasar, anggaran rumah tangga serta peraturan organisasi IWAPI. Perlu diketahui bahwa dalam momentum Rakernas akan diadakan pameran selama tiga hari.

Oleh sebab itu diharapkan adanya support dari pihak pemerintah, baik daerah maupun provinsi untuk memenitipkan sesuatu yang bisa dipamerkan. Dalam hal ini setiap provinsi wajib mempromosikan daerahnya masing-masing. “Selama Rakernas kita selalu membuat voting daerah mana yang siap untuk dijadikan lokasi. Rakernas yang sudah berlangsung 5 tahun lalu dihadiri perwakilan dari Bali, Jawa Tengah, NTB, Palembang dan daerah-daerah lainnya hingga 1.500 wanita pengusaha. Tentunya ini bisa menenjadi network kita,”ungkapnya lagi.

Ia juga meminta agar segenap anggota dan pengurus IWAPI untuk aktif mempromosikan produk lokal di daerahnya. Untuk seragam IWAPIpun harus sepaket menggunakan produk local mulai tas, sepatu dan pelengkap busana lainnya. Sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan merek luar namun benar-benar brand Indonesia. Ia mencontohkan tentang kerajinan tas dari Papua yang bisa dipamerkan dan dijual. Jika laris di pasaran tentu akan menambah income buat Papua sendiri. Termasuk dengan penggunaan perhiasan dari mutiara yang juga sangat dianjurkan. “Jadi kita harus bangga akan produk kita sendiri,”tegasnya.

Dibaca 545 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.