5 September, KPU Papua Gelar PSU di Dua TPS yang ada di Bambar | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy Ketua KPU Papua, Adam Arisoy

5 September, KPU Papua Gelar PSU di Dua TPS yang ada di Bambar

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 30 Agustus 2017 22:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - KPU Provinsi Papua akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di dua (2) tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (5/9) mendatang.
Dua TPS yang akan dilakukan PSU yaitu dua TPS yang ada di Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Semua dokumen sudah siap. Tinggal C6-nya saja. Seperti surat suaranya sudah ada semuanya di kantor. Kan masih ada kelebihan, yaitu 2 ribu surat suara yang ada di kita untuk PSU ini, demikian dikatakan Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy, kepada wartawan usai menskors Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara PSU Pilkada Kabupaten Jayapura, di Hotel Sentani Indah, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (30/8/17).

Kedua TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) tersebut, lanjut Adam, kedua TPS itu berada di Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.
Ia pun mengungkapkan, bahwa proses pemnungutan suara ulang itu diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Bawaslu Papua kepada KPU Papua.

Jadi, pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS itu menjalankan rekomendasi Bawaslu Papua kepada kami di KPU Papua, jelas Adam Arisoy.
Untuk diketahui rekomendasi PSU di dua TPS itu, dikeluarkan langsung oleh Bawaslu Papua dan sampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Papua, Fegie Wattimena.

PSU dilakukan di dua TPS tersebut, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu Provinsi Papua kepada KPU Provinsi Papua, karena petugas Panwas Distrik Waibhu menemukan sejumlah pelanggaran Pilkada yang dilakukan di dua TPS itu.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan di dua TPS seperti jumlah surat suara C1 KWK itu terpakai semuanya, yaitu seluruh DPT ditambah 2,5 persen, ditambah lagi ada kejadian pemilih yang tidak mencelupkan jari usai mencoblos, kemudian juga ada petugas KPPS yang tidak memiliki SK serta adanya ancaman terhadap petugas Panwas dari masyarakat di dua TPS ini.

Dibaca 541 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.