Ada Satu Saksi Untuk Dua Paslon Dalam Pleno PSU kabupaten Jayapura | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Suasana pleno penetapan hasil suara terbuka oleh KPU di Hotel Sentani Indah. Suasana pleno penetapan hasil suara terbuka oleh KPU di Hotel Sentani Indah.

Ada Satu Saksi Untuk Dua Paslon Dalam Pleno PSU kabupaten Jayapura

Headline Penulis  Senin, 28 Agustus 2017 18:31 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI -  Proses pelaksanaan Perhitungan hasil rekapan suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Jayapura di Hotel Sentani terhenti sekitar 30 menit karena ada satu saksi yang bekerja untuk Dua Pasangan Calon (Paslon).

Pada tahapan pleno penetapan, semua nama-nama saksi dihadirkan oleh lima Paslon berdasarkan sebuah syarat rekomendasi yang diserahkan kepada KPU. Setelah KPU membacakan nama-nama saksi untuk Paslon nomor urut satu dan dua, giliran saksi nomor urut tiga setelah dibacakan nama-nama saksinya langsung diprotes oleh saksi nomor urut dua bahwa saksi nomor urut tiga pada pleno rekapan hasil sura di tingkat distrik yang bersangkutan bekerja atas rekomendasi Paslon nomor urut satu.

Adam Arisoy selaku Ketua KPU Provinsi Papua yang juga KPU Kabupaten Jayapura yang memimpin jalanannya pleno tersebut, meminta agar masing-masing Paslon melakukan klarifikasi terhadap rekomendasi yang telah diberikan kepada saksi mereka masing-masing.

"Tentunya, Kami penyelenggara tidak mau nantinya ada persoalan atau gugatan yang diajukan lagi ke tingkatan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, saksi yang bersangkutan dengan Paslon yang memberikan rekomendasi sudah kami minta untuk membuat klarifikasi,apakah sebagai Saksi Paslon nomor urut satu atau saksi Paslon nomor urut tiga," jelas Adam saat ditemui di Hotel Sentani Indah, Senin ( 28/8/2017).

Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Fegy Watimena juga meminta secara tegas kepada paslon yang bersangkutan  agar segera melakukan klarifikasi dengan membuat surat pernyataan kepada pihaknya sebagai penyelenggara.

" Setiap ada persoalan pasti kami Bawaslu atau penyelenggara yang diadukan kepada DKPP, oleh sebab itu proses yang dilakukan saat ini nantinya mengarah kepada fakta hukum yang diputuskan. Kepada Paslon kami minta agar segera membuat rekomendasi terhadap saksi yang ditunjuk untuk mengikuti tahapan ini," tegas Watimena.
Sementara itu, Erold Marweri yang rekomendasikan oleh Paslon nomor tiga ini mengaku tidak ingin berkomentar soal ini.

Dibaca 521 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX