Kepala Kampung Diminta Berorientasi Pengabdian | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si Saat Melantik Kepala Kampung. (foto:Mel) Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si Saat Melantik Kepala Kampung. (foto:Mel)

Kepala Kampung Diminta Berorientasi Pengabdian

Papua Selatan Penulis  Rabu, 23 Agustus 2017 19:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si melantik 21 kepala kampung  pada tujuh distrik di Kabupaten Merauke yakni Distrik Semangga, Jagebob, Malind, Kurik, Muting, Ulilin dan Anim Ha. Pelantikan berlangsung di Gedung Bella Fiesta, Rabu (23/8).

Bupati dalam sambutannya mengatakan sesuai ketentuan setelah pelantikan kepala kampung agar segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) untuk jangka waktu enam tahun yakni untuk Tahun 2017-2023. Kemudian, itu ditetapkan dengan Peraturan Kampung (Perkam) yang memuat visi misi, tujuan, strategi, kebijakan dan program yang tentunya  sudah disinkronisasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten.

Sedangkan berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pembangunan, menurut Bupati,  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kepala kampung yaitu dalam melaksanakan program pembangunan perlu adanya perencanaan yang matang dengan melibatkan semua unsur seperti Bamuskam, RW, RT dan komponen masyarakat lainnya. Dalam setiap pelaksanaan tugas dan program pembangunan harus berorientasi pada hukum dan aturan.
 “Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan diatas pundak saudara,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, dalam pengelolaan pembangunan di kampung, kepala kampung harus berorientasi pada hasil yang maksimal. Sebagai pemimpin masyarakat dalam melaksanakan tugas dan program pembangunan harus berorientasi pada pengabdian. Serta sebagai aparat pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat, salah satu tugas pokok kepala kampung adalah pelayanan publik.

Sementara itu, terkait dengan penyusunan perencanaan pembangunan harus dilaksanakan secara partisipatif oleh pemerintah kampung yang melibatkan lembaga kemasyarakatan dan disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan. (Melani Razak )

Dibaca 254 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.