Carolus Bolly : Calon Tunggal Untuk Minimalisir Konflik Pilkada | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus K Bolly, SE Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus K Bolly, SE

Carolus Bolly : Calon Tunggal Untuk Minimalisir Konflik Pilkada

Headline Penulis  Minggu, 20 Agustus 2017 21:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Potensi calon tunggal bagi Lukas Enembe – Klemen Tinal pada Pilgub 2018 Papua, dinilai lebih baik untuk kondisi politik  di Papua. Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus K Bolly, SE,  mengatakan menuju pada calon tunggal, bukan karena merasa super, tapi kepada pendekatan bagaimana meminimalisir potensi-potensi konflik yang akan timbul akibat Pilkada.

“Kita belajar dari pilkada sebelumnya, banyak korban jiwa karna Pilkada, sehingga  Gubernur sangat tidak mau kalau ada rakyat mati sia-sia, mati akibat HIV/AIDS, Narkoba, miras dan lain-lain atau pilkada,” kata Carolus kepada waratwan diruang kerjanya, Jumat (18/8) malam.

Kata Carolus, Gubernur Papua tidak mau rakyat Papua mati bodoh-bodoh. Satu nyawa orang Papua berarti bagi Lukas Enembe dan ini menjadi semangat untuk membangun Papua kedepannya.
“Banyak hal yang kita dapatkan manfaat politik dari calon tunggal itu. Meminimalisir peta konflik yang akan terjadi, menghemat pembiayaan. Untuk meminimalisir konflik tadi, lebih bagus kita dengan kotak kosong. Sebab ketika ada perlawanan maka orang Papua pasti akan mati,” imbuhnya.

Sebelumnya, saat laporan pendapat akhir fraksi pada Rapat Paripurna DPR Papua, Carolus menyampaikan Fraksi Partai Demokrat sebagai perpanjangan tangan dari DPD Partai Demokrat Provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada Partai PAN, PKPI, Nasdem, Golkar, Hanura, PKS, PKB, PPP dan Gerindra, lantaran telah memberikan dukungan lewat rekomendasinya kepada Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua untuk mencalonkan sebagai calon Gubernur Papua pada periode 2018 – 2023.

Hal itu juga dipertegas dengan pengakuan Lukas Enembe usai sidang Paripurna yang menyakan bahwa Ia bersama wakilnya, Klemen Tinal sudah mendapatkan rekomendasi dalam bentuk B1 KWK dari 10 Parpol untuk maju pada Pilgub Papua 2018.

“Untuk apa saya bicara kalau belum ada dukungan, semua dalam bentuk rekomendasi B1 KWK,” kata Lukas kepada sejumlah wartawan usai Sidang Paripurna DPR Papua, Jumat (18/8) malam.   
Dengan dukungan dukungan kurang lebih 48 kursi DPR Papua atau 90 persen jumlah suara di parlemen, Lukas Enembe, tidak menepis jika nantinya akan melawan kota kosong pada Pilgub mendatang. “Lebih bagus kita dengan kotak kosong, kalau sampe perlawanan banyak orang papua yang akan mati, ini yang penting dan utama,” tegasnya.

Hanya saja, kata hal tersebut belum pasti, sebab masih ada peluang dari calon lainnya untuk bertanding pada Pilgub 2018, baik melalui dukungan Parpol maupun jalur independen. “Hanya PDIP yang belum, kita bersaudra di Jayawijaya yang klaim dia punya jadi, kita tidak mau ganggu, silahkan dia urus sampai dia berhasil atau tidak kita ikuti saja,” jelasnya.

Ia mengaku, secara prosedurnya untuk mendapat dukungan PDI Perjuangan, telah dilakukannya. Yang pasti, Ia tetap membuka tangan jika PDI Perjuangan ingin bergabung untuk membangun Papua. ”nanti kita lihat PDIP kalau bergabung untuk  bangun Papua, silahkan bergabung, tapi kita menghargai Wempi, dia juga berjuang, jadi silahkan kalau dia berjuangpun masih gantung, karna persentasi suaranya 8-9,” jelasnya. (Tres)

Dibaca 698 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.