BBM Turun, Pemprov Minta Pelaku Usaha “Sportif” Ikut Turunkan Harga | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

BBM Turun, Pemprov Minta Pelaku Usaha “Sportif” Ikut Turunkan Harga

Info Papua Penulis  Jumat, 23 Januari 2015 16:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Pemerintah Pusat secara resmi telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)sejak 19 Januari 2015 lalu, dimana harga bensin kini menjadi Rp. 6600 sementara solar Rp. 6400 per liter.
Sayangnya penurunan BBM belum dibarengi dengan diturunkannya harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar-pasar, termasuk ongkos angkutan umum.
Menyikapi hal tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Papua, Elia Loupatty meminta pelaku pasar untuk “sportif” (bijaksana,red) serta ikut menurunkan harga jual bahan sembako.
“Sebab ketika BBM naik, maka secara otomatis harga Sembako juga naik. Seharusnya ketika BBM turun, pelaku usaha juga perlu menyadari hal itu (dengan menurunkan harga jual komoditinya),”imbau dia.
Asisten mengatakan, sebenarnya untuk harga sembilan bahan pokok pemerintah merasa kesulitan melakukan pengawasan ketika terjadi penyesuaian-penyesuaian harga karena adanya penurunan atau kenaikan BBM.
Bahkan untuk pengendaliannya pun, kadang tidak berjalan optimal, apalagi komoditas sembilan bahan pokoktidak memiliki pedoman harga jual baku, sehingga harga jualnya ditentukan oleh perkembagan pasar. “Karena itu, saat ini dibutuhkan adanya kesadaran dari para pelaku pasar apalagi harga jual BBM kan sudah dua kali diturunkan pemerintah.
Sebab memang hukum pasar ini susah sekali (bila tidak ada kebijaksanaan dari pelaku usaha) untuk menurunkan komoditas tertentu”. “Contohnya komoditas rica, bila tidak ada pedoman yang mengatur harga maka terkadang mulai dari Rp. 50 ribu, naik lagi Rp. 70 ribu tapi tiba-tiba bisa turun Rp. 35 ribu. Beda dengan harga jual BBM dimana untuk naik dan menurunkan ada pedoman, acuan dan keputusan pemerintah,” kata dia.
Meski demikian, Elia Loupatty menjamin stok sembako di Papua sampai saat ini berada dalam kondisi yang memungkinkan. Stok sembako diyakini dapat mencukupi kebutuhkan masyarakat hingga beberapa bulan kedepan. (Bams)

Dibaca 449 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.