62 Anak Asli Papua Timba Ilmu Di STT PLN Jakarta | Pasific Pos.com

| 26 August, 2019 |

Siswa/i asal Papua yang akan menimba ilmu Di STT PLN Jakarta. Siswa/i asal Papua yang akan menimba ilmu Di STT PLN Jakarta.

62 Anak Asli Papua Timba Ilmu Di STT PLN Jakarta

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Jumat, 18 Agustus 2017 19:40 1
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,- Sebanyak 62 putera-puteri asli Papua akan menjalani studi di lembaga pendidikan STT PLN Jakarta dengan jurusan informatika, eletro dan mesin. Gubernur Papua Lukas Enembe,S.IP.MH secara resmi menyerahkan sebanyak 62 putera-puteri kepada pihak lembaga pendidikan STT PLN Jakarta, di Gedung Negara, Jumat (18/8).

Gubernur dalam arahannya mengharapkan kepada seluruh anak-anak Papua yang akan menjalani studi di lembaga pendidikan STT PLN Jakarta dapat memanfaat kesempatan dengan belajar yang baik.
“Saya mengajak anak-anak Papua yang akan berangkat ke Jakarta untuk belajar dengan baik, karena kalian kita disiapkan untuk menjadi orang-orang yang hebat dan akan bekerja khusus untuk kelistrikan di Papua,” jelasnya.

Dijelaskannya, Provinsi Papua mempunyai potensi yang sangat besar. Dimana pemerintah pusat berencana membangun energy terbarukan di kabupaten dan kota. “Tenaga kelistrikan sangat dibutuhkan, oleh karena itu anda harus belajar dengan baik. Saya berharap yang akan sekolah bermanfaat bagi masyarakat Papua,” terangnya.

Dikatakannya, untuk masuk dalam sekolah tersebut harus menjaga sikap dan menjaga nama baik Papua. “Sehingga kita dihormati oleh orang lain, harus sekolah betul-betul dengan baik dan menjaga daya saing,” katanya.
Sebab kata Gubernur daya saing tidak hanya diukur dari soal pintar atau tidak, tetapi harus mempunya mental yang baik. “Itu sebabnya pendidikan penting bagi kita, saya ingin anak-anak Papua suatu waktu ketika mungkin saya sudah pensiun saya melihat atau menikmati melihat orang Papua banyak berhasil. Ini adalah target kita sehingga pendidikan menjadi penting, saya berharap anak-anak Papua jangan sia-siakan waktu,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan STT PLN, Iriansyah Sangadji mengatakan, isu energi dan kelistrikan bukan merupakan isu nasional tetapi global, sekarang pemerintah sedang mempercepat program listrik 35 ribu MW, yang mana dalam membangun ini membutuhkan tenaga yang banyak. Oleh karena, kami berkontribusi sesuai bidang yakni energi dan ketenaga listrikan.

Banyak sekali investor dari luar yang masuk membangun pembangkit dan jaringan listrik, tetapi seperti banyak contoh (Banten, Tapanuli Selatan, Tarakan, Sulawesi) masuk tetapi sumber daya dari daerah itu belum terpenuhi.
Akhirnya, para investor membawa tenaga-tenaga kerja dari luar, seperti terjadi pada pembangunan PLTU Tulukan, Banten mulai dari tukang semen, tukang las, insinyur sampai dengan perencanaan enginernya dibawa dari Tiongkok.
"Disinilah akhirnya kami menjalin beberapa kerjasama supaya bidang energi dan kelistrikan ini bisa didorong berdasarkan pada nilai-nilai lokal yang sedang berlaku," ujarnya.

Menurut ia, 62 siswa asal Papua akan ditempatkan di semua jurusan, baik sipil, informatika, mesin, elektro sampai dengan bidang instalasi. "Muda-mudahan apa yang kita cita-citakan dan harapkan dari para siswa dapat terlaksana," harapnya. Dia menambahkan, pihaknya setiap semester akan melaporkan setiap akademis anak-anak Papua yang menimbah ilmu di STT PLN Jakarta. (bams)

Dibaca 607 kali

1 comment

  • Comment Link obet pabika 11/ 05/ 2019 posted by obet pabika

    sekarang saya bisa mendapatkan beasiswa bisa ngk ? saya orang asli papua wamena

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX