Gubernur: Satu Nyawa Orang Papua itu Mahal | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH

Gubernur: Satu Nyawa Orang Papua itu Mahal

Headline Penulis  Rabu, 16 Agustus 2017 08:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Setiap satu nyawa orang Papua melayang saat terjadi konflik Pilkada, perang suku, penyakit HIV/AIDS dan minuman keras nilainya terlalu mahal.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, kepada wartawan di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (15/08/2017) kemarin.

“Saya sejak awal jadi gubernur sudah mengatakan bahwa setiap orang Papua yang mati mahal harganya. Karena disebabkan berbagai faktor seperti konflik Pilkada, perang suku, penyakit HIV/AIDS dan minuman keras,” tegasnya.
Gubernur mengaku, kematian orang Papua harus dibedakan. Sebab ada orang Papua yang meninggal karena terbunuh oleh TNI-Polri dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, atau mati karena konflik sosial.
Untuk menghindari terjadi konflik yang menyebabkan meninggalkan orang Papua, Gubernur berharap konflik di Papua tidak terjadi lagi. Sebab, konflik akan merugikan orang Papua sendiri.

Oleh karena itu, hindari konflik yang terjadi. Siapapun yang jadi pemimpinan di Papua, mau jadi Bupati atau gubernur kita percaya tidak ada konflik.  “Saya gagas untuk mengajukan perubahan Undang-undang Otsus Plus, untuk menghindari kejadian-kejadian seperti ini. Ternyata banyak orang sekarang harus bicara mengenai perubahan undang-undang, inilah yang kita dorong dalam undang-undang Otsus Plus,” katanya.

Ia mengatakan, konflik di Papua hanya akan menambah penderitaan orang Papua. “Saya yakin jika kita semua bisa keluar dari konflik, maka kita bisa pasti membangun kesejahteraan, membangun bidang ekonomi dan membangun kebersamaan maka kita pasti akan berhasil,” ucap Lukas Enembe.

Untuk itu, Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di provinsi berharap melalui HUT RI ke-72 tahun orang Papua dapat memastikan diri untuk menuju pada fase kemajuan yang lebih baik, jangan lagi ada konflik karena Pilkada. “Karena hal-hal tersebut tidak bermanfaat. Itu yang saya tekankan kepada masyarakat Papua,” tambahnya.

Dibaca 279 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.