Elvis Tabuni : Jangan Bawa Nama OPM di Pilkada Puja | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Ketua Komisi 1 DPR Papua, Elvis Tabuni. Ketua Komisi 1 DPR Papua, Elvis Tabuni.

Elvis Tabuni : Jangan Bawa Nama OPM di Pilkada Puja

Headline Penulis  Selasa, 08 Agustus 2017 20:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, – Konflik Pemilukada yang terjadi selama pelaksanaan Pilkada Puncak Jaya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kegiatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun kegiatan OPM. Hal itu sebagaimana ditegaskan
Ketua Komisi I DPR Papua yang membidangi politik, pemerintahan, hukum dan HAM, Elvis Tabuni.

Kepada wartawan, Elvis mengatakan persoalan Pilkada merupakan urusannya Pemerintah sementara kepentingan KKB maupun OPM tidak ada kaitannya dengan pelaksaan Pilkada. “Tidak ada kaitannya Pilkada dengan KKB atau OPM, masing-masing tujuannya berbeda,” kata Elvis.

Ia mengingatkan semua pihak di Puncak Jaya (Puja) agar tidak melakukan aksi yang dapat merugikan masyarakat dan mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). 
“ini tidak hanya pada kasus bentrok pendukung pasangan calon, namun juga penembakan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan kelompok bersenjata di wilayah itu.

Dijelaskan, jika ada kelompok yang menggunakan senjata menembak orang kemudian mengatasnamakan OPM, itu salah besar, sebab OPM tidak bicara pilkada, tapi memperjuangkan Papua merdeka.
Menurutnya, jangan ada kelompok yang mengatasnamakan TNP/OPM. Terkadang pelaku disebut TPN/OPM namun tidak dapat diungkap.  "Misalnya di Deiyai, ada Brimob dan ada polisi diduga menembak warga, tapi sulit dicari tahu pelakunya. Kenapa kalau ada yang ditembak langsung diketahui pelakunya TPN/OPM," ujarnya.  

Katanya, kalau OPM benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat, untuk apa mereka terlibat pilkada. "Jangan mengatasnamakan TPN/OPM. Kalau memang ada sebut namanya, jangan hanya bilang kelompok kriminal bersenjata, kelompok bersenjata dan lain-lain. Harus sebut siapa namanya," katanya.

Ia berharap, pascaputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan Yuni Wonda dan pasangannya di pilkada Puncak Jaya, tidak lagi terjadi hal-hal tak diinginkan di wilayah itu.
"Putusan MK sudah final, sudah selesai. Masyarakat harus bersyukur sudah ada pimpinan baru. Bupati terpilih harus didukung dalam membangun daerah. Namun bupati terpilih harus merangkul kandidat lain untuk membangun daerah," ucapnya.  

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Tolli Wone. Menurutnya, siapapun yang terpilih itulah pilihan rakyat dan harus didukung dalam melaksanakan pembangunan. (Tiara)

Dibaca 407 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX