Forum Umat Beragama Sesalkan Insiden Deiyai | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Ketua FKUB Provinsi Papua, Lipyus Biniluk Ketua FKUB Provinsi Papua, Lipyus Biniluk

Forum Umat Beragama Sesalkan Insiden Deiyai

Headline Penulis  Minggu, 06 Agustus 2017 21:35 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Provinsi Papua (FKUB) menyesalkan insiden penembakan di Kampung Bomi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, yang menewaskan satu korban jiwa.
“Saya kecewa dengan tindakan yang dilakukan aparat keamanan, karena satu nyawa manusia bagi Tuhan itu sangat berarti, saya minta pihak keamanan jangan terburu-buru melepaskan tembakan. Tetapi pikirkan dampkanya,” tegas Ketua FKUB Papua Lipyus Biniluk kepada wartawan disela-sela peresmikan Gedung Gereja Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Polomo Sentani, Sabtu (5/08/2017) kemarin.

Seharusnya, kata Lipyus, pihak keamanan berpikir sebelum mengeluarkan tembakan, atau bangun komunikasi dengan masyarkat setempat untuk mencari solusi yang baik. bukan menghilangkan nyawa manusia Papua.
“masyarakat di wilayah tersebut pasti belum berpendidikan baik, sehingga pihak keamanan perlu bangun komunikasi yang baik dengan merangkul masyarakat, sehingga peristiwa ini tak terulang kembali,” katanya.
Selain itu, Lipyus juga meminta kepada pengusaha-pengusaha mengambil pekerjaan di Provinsi Papua untuk berpikir bagimana memberdayakan masyarakat.
Sebab, katanya, setiap perusahaan punya tanggungjawab sosial atau corporate social responsibility (CSR), ini yang belum dilakukan oleh pengusaha di Papua. “pengusaha cari uang di Papua, tapi tidak punya tanggungjawab sosial,  uang semua dibawah keluar, ” tegasnya.
Lanjutnya, pihaknya sudah bicara dengan Kapolda Papua untuk menayakan kepada peruhsaan tersebut sejauh mana tanggungjawab sosialnya. “jangan perusahann pikir keamaman, tapi korbankan nyawa manusia,  itu tidak boleh terjadi lagi diatas di Papua,” tutupnya. (Bams)

Dibaca 715 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.