Banjir Rendam Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Banjir yang melanda Kota Jayapura. Banjir yang melanda Kota Jayapura.

Banjir Rendam Kota Jayapura

Headline Penulis  Jumat, 04 Agustus 2017 00:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Sebagian Warga Dievakuasi”

 


Jayapura,- Hujan yang mengguyur Kota Jayapura dan mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Jayapura sehingga membuat sebagian masyarakat menyalahkan Pemerintah Kota Jayapura.
Disaat yang bersamaan Pemerintah Kota Jayapura baru saja menerima Piala Adipura, dengan demikian hal tersebut lansung ditanggapi serius oleh Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano. MM.
Dirinya mengatakan bencana alam itu kapan saja dan dimana saja bisa terjadi, dan sering manusia menilai dengan pemikirannya sendiri. Ucapnya pria yang sering di sapa BTM kepada sejumlah awak media Kamis (3/8).

Dikatakan, bencana yang terjadi di hari ini dirinya sebagai anak Negeri bersukacita dengan apa yang sudah Tuhan buat dan masyarakat harus menerimahnya dan harus bersyukur karena dengan bencana banjir ini sampah-sampah bisa keluar dan bersih.
Kenapa bisa terjadi banjir demikian, kata  BTM,  karena masyarakat tidak mendengar apa kata pemimpin, sehingga kekuatan alam ini menunjukan kekuatannya kepada penghuni alam ini agar jangan membuang sampah dan menebang pohon secara sembarangan.

Banjir melanda Kota Jayapura

 "Kita lihat sekarang disepanjang jalan alternatif itu habis pohon-pohon ditebang begitu juga di Kamwolker, kali yang dulunya 10 meter sekarang tinggal 1 meter, kita sering menyalahkan pemerintah sebagai wakil Allah di dunia ini," ujarnya.
Oleh karena itu, jangan salahkan Pemerintah tetapi mari kita ambil hikma dari apa yang sudah terjadi hari ini.
Lebih lanjut BTM, Pemerintah Kota mendapatkan ADIPURA bukanlah ukuran tentang banjir tetapi itu penilayan dari pusat bagaimana kinerja dari Daerah tersebut dalam hal menata lingkungannya yang bersih hijau dan tata pemerintahannya berjalan dengan baik.

banjir landa kota jayapura

  "Adipura bukan gangguan alam, saya mau kasih tau saya ini anjing mengonggong kafilah jalan terus, saya akan terus membenahi kota ini kedepan," tegasnya.
Kedepannya, kata dia, dalam kepemimpinannya yang kedua ini bersama Wakilnya akan melihat dan menatah Kota ini secara perlahan-perlahan dan secara selektifnya lagi mengeluarkan IMB,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pantauan media ini, Anggota Polres Kota Jayapura turut mengevakuasi warga korban banjir di Pasar Youtefa. Banjir di Jayapura karena sejak pagi Kamis dini hari hujan deras melanda kota Jayapura menyebabkan beberapa wilayah perumahan mengalami kebanjiran hingga setinggi 1 meter.

baca juga, Kepadatan Penduduk Salah Satu Penyebab Banjir

Anggota kepolisian dari Polres Kota Jayapura dikerahkan dengan menggunakan perahu karet untuk membantu evakuasi warga korban banjir.
"Untuk membantu warga korban banjir Polres Kota sudah menurunkan anggota menggunakan perahu karet, terutama di kompleks pasar Youtefa kotaraja yang banjirnya cukup tinggi," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, Kamis (3/8/2017).
Kamal mengatakan, akibat hujan deras dari malam hari hingga sekarang menyebabkan kebanjiran. Banjir juga menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat.
Banjir melanda beberapa titik, seperti di kompleks SMU 4 Entrop Distrik Japsel, sepanjang Jalan Protokol depan kantor lurah Entrop sampai CV Tomas Japsel, Pasar Yotefa Abepura, Jalan Protokol Abepura-Jayapura tepatnya di depan kantor Otonom Kotaraja dan perumahan Organda, Abepura.



"Anggota Polres Jayapura Kota sudah berada di Pasar Yotefa guna membantu warga masyarakat yang terkena musibah banjir," ucapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard Lamia, mengakui, Daerah terparah adalah kawasan PTC dan SMA 4 Distrik Jayapura Selatan, Pasar Youtefa Distrik Abepura dan organda. Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 1 meter. Akibatnya, warga di beberapa lokasi mengungsi.
"Kami akan meminta bantuan perahu karet ke BPBD Papua," kata Lamia.

kota jayapura terendam banjir
Lamia mengatakan, BPBD Kota Jayapura hanya memiliki dua perahu karet yang dinilai kurang untuk proses evakuasi warga. "Tim BPBD Kota Jayapura saat ini masih melakukan pendataan untuk memudahkan penanganan terhadap warga yang terkena banjir," kata Lamia.
selain itu, Kegiatan belajar mengajar di tiga sekolah Kota Jayapura juga terpaksa diliburkan akibat banjir yang melanda kota itu.


Ketiga sekolah itu adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Aisyiyah, SMK Negeri 4 di Entrop dan SMK Negeri 6 di Abepantai. "Saat ini, aktivitas belajar mengajar di tiga sekolah itu terhenti akibat banjir yang mengenangi sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiasai.
Ia mengatakan, aktivitas belajar-mengajar Entrop dan Abepura tidak berlangsung normal karena banyaknya pelajar yang tidak bisa ke sekolah akibat banjir yang menggenangi jalan. (Erna)

Dibaca 1371 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.