Bid Propam Polda Papua dan Komnas HAM Lakukan Investigasi | Pasific Pos.com

| 15 July, 2019 |

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M.Kamal Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M.Kamal

Bid Propam Polda Papua dan Komnas HAM Lakukan Investigasi

Headline Penulis  Kamis, 03 Agustus 2017 21:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

7 Saksi Diperiksa, Pasca Betrok Masyarakat dan Polisi




JAYAPURA,-  Pasca insiden yang terjadi PT. DDP di kampung Bomou kabupatean Deiyai antara aparat kepolisian dengan masyarakat sekitar, yang mengakibatkan 9 warga sipil tertembak dan satu meninggal dunia sedangkan 11 anggota aparat kepolisian mengalami luka-luka, Selasa (1/8) malam. Kini sedang dilakukan Investigasi pihak PAMMINAL Bid Propam Polda Papua serta Komnas HAM, selain itu jaga sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi.

 Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal saat ditemui di Mapolda Papua.
 Kamal menuturkan, tujuh orang saksi yang diperiksa dari pihaknya yakni dari pihak perusahaan, sedangakan untuk masyarakat sendiri belum bisa dilakukan pemeriksaan atau dimintai keterangan pasca bentrok yang terjadi lantaran masih menutup diri.

“Sudah ada tujuh orang dari karyawan perusahaan PT. DDP yang diperiksa, namun untuk warga sendiri belum, dan akan dilakukan pemeriksaan mulai dari awal kejadian hingga bentrok antara pihak kepolisian dan masyarakat oleh Tim Investigasi Polda Papua dan Komnas HAM,” jelasnya.

Kamal menegaskan, apapun temuan  dari hasil investigasi dalam hal ini Polda Papua dan Komnas HAM yang sedang berjalan dan seandainya ada kesalahan prosedur yang dilakuakn oleh anggota tentunya  akan ada tindakan tegas dari pimpinan sesuai  hukum yang berlaku.

 “Kami tidak akan mentolelir kepada oknum aparat yang  sewenang- wenang terhadap masyarakat, kami akan tindak tegas terhadap  prilaku anggota kita yang  tidak sesuai dengan prosedur penanganan  permasalahan,” tegasnya.
Saat ini  kata Kamal untuk anggota yang terlibat dalam bentrok yang terjadi beberapa hari lalu, tim Investigasi belum melakukan pemeriksaan, lantaran masih mengumpulkan data dari awal kejadian.
“Belum ada pemeriksaan terhadap anggota yang ada dibentrokan tersebut lantaran masih  kumpulkan data dari awal  permasalahan hingga terjadinya bentrok,” pungkasnya.

  Lanjut Kamal, untuk statement yang beredar di media terkait dengan jenis peluru yang mengenai korban merupakan peluru tajam pihaknya belum bisa berkomentar lantaran akan dilakukan penyelidikan oleh Tim Investigasi nantinya.
“Kita belum bisa memastikan lebih lanjut, kerana akan dilakukan pemeriksaan terhadap korban, namun menurut informasi dari pak Kapolres, Brimob sudah lakukan sesuai dengan SOP, ada peluru hampa,  peluru karet, dan ada peluru tajam. Mungkin saja yang mengenai masyarakat peluru karet atau peluru hampa karena terbukti ada masyarakat yang di pulangkan  lantaran luka ringan, namun semua ada prosedurnya, dan kita menunggu hasil dari tim investigasi apa perkembangannya,” jelasnya.

Dirinya pun menyampaikan rencana akan diadakan koordinasi  yang dipimpin Bupati  bersama Tokoh Masyarakat, Agama, Adat, serta keluarga korban, juga aparat Kepolisian untuk mencari penyelesaian yang terjadi beberapa hari lalu.

Dibaca 1173 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.