Deiyai Tegang, Polda Lakukan Penyelidikan Terkait Bentrok | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal.

Deiyai Tegang, Polda Lakukan Penyelidikan Terkait Bentrok

Headline Penulis  Rabu, 02 Agustus 2017 20:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Polsek Tigi diduduki masyarakat Kampung Bomou sambil membawa jenazah Yulianus Pigay Korban yang tertembak aparat kepolisian saat hendak meredahkan masyarakat yang melakukan penyerangan terhadap PT. DDP lantaran protes terhadap perusahaan yang menolak menolong warga sentempat untuk mendapatkan perawatan medis, Selasa (1/8) malam.

Dari data yang didapat sebelumnya mengatakan 7 Warga Sipil Deiyai Kena Timah Panas, 1 Tewas, dan dari data terbaru yang dihimpun ternyata korban bertambah menjadi 9 orang. Disebutkan dari kejadian itu 9 warga korban tertembak aparat kepolisian setelah menyerang polisi yang datang untuk memberikan bantuan keamanan di kamp PT Putra Dewa Paniai (PDP), yang diamuk oleh masyarakat. Saat itu masyarakat beringas menyerang karyawan PT. DDP, pihak kepolisian dari Brimob yang yang bertugas didaerah tersebut terpaksa mengeluarkan tembakan, hingga akhirnya sembilan orang tertembak, sementara itu satu diantaranya meninggal dunia atas nama Yulianus Pigay, empat diantaranya telah di terbangkan di Kabupaten Nabire guna mendapatkan perawatan medis, sedangkan empatnya sudah dipulangkan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M.Kamal menyampaikan pagi tadi masyarakat serta keluarga korban membawa jenazah korban Yulianus Pigay untuk di semayamkan di Polsek Tigi.

“Benar, satu orang meninggal dunia atas nama Yulius Pigay. Kini korban disemayamkan di Polsek Tigi dan empat korban lainnya sudah diterbangkan tadi pagi, sedangkan empat lainnya sudah bisa pulang,” kata Kamal, Rabu (2/8) saat di temui diruang kerjanya.

Lanjut Kamal menyampaikan, hingga saat ini Kapolres Paniai, AKBP. Supriyagung bersama Kasat Brimob Polda Papua, Kombes Pol Mathius Fakhiri, SIK tengah melakukan negosiasi kepada masyarakat, untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Kamal menjelaskan, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi tempat kejadian perkara, pihaknya sudah menurunkan tim dari Propam Polda Papua yang dipimpin Kabid Provam Polda Papua, Kombes Pol Janus Siregar.
“Tim dari Provam sudah menuju ke sana, untuk melakukan investigasi. Nanti, semua anggota kepolisian yang berada dilapangan saat itu akan dimintai keterangan, untuk meletakkan duduk permasalahannya, namun apabila ada kesalahan dalam SOP maka kita akan tindak tegas oknum yang bersangkutan tanpa pandang bulu ” pungkasnya.

Lanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap proyektil yang bersarang di korban, apakah dengan menggunakan peluru tajam atau peluru karet.

“Sejauh ini kita belum bisa mengecek, lantaran korban masih disemayamkan di Polsek Tigi. Ini masih proses negoisisasi,”jelasnya.
Kamal menambahkan, tak bisa memungkiri apabila ada korban lebih dari sembilan orang. Namun, pihak kepolisian baru mendapat informasi delapan korban luka-luka dan satu meninggal dunia.

“Kalau korban luka tembak ada sembilan orang dan satu meninggal. Kalau ada korban luka-luka akibat terjatuh atau terkena lemparan, bisa saja terjadi. Namun, sejauh ini kita belum mendapat laporannya,” paparnya.
Lanjutnya untuk pihak kepolisian sendiri ada terdapat delapan orang yang mengalami luka-luka akibat lemparan batu. “anggota kepolisian akibat bentrok ini ada delapan anggota kepolisian mengalami luka-luka,” pungkasnya.

Dibaca 862 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.