7 Warga Sipil Deiyai Kena Timah Panas, 1 Tewas | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M. Kamal Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M. Kamal

7 Warga Sipil Deiyai Kena Timah Panas, 1 Tewas

Headline Penulis  Selasa, 01 Agustus 2017 23:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Deiyai - Tujuh orang warga sipil  di Deiyai terkena timah panas yang dikeluarkan oleh polisi satuan Brimob polres Paniai, pukul 17.45, Selasa,(1/08) di Oneibo, Tigi Selatan, kabupaten Deiyai.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M. Kamal yang dihubungi melalui telephon sellulernya mengatakan, sekitar pukul 16.30, ada seorang warga atas nama Ravianus Douw (24), tenggelam di kali Oneibo.

Korban berhasil diselamatkan oleh warga setempat namun  dalam kondisi kritis. Warga setempat meminta bantuan kendaraan kepada pihak perusahaan yang sedang membangun jembatan kali Oneibo untuk dilarikan ke Rumah Sakit. Namun pihak para pekerja tidak berani sebab tidak ada ijin dari pimpinan.

"Pekerja yang ada di lokasi takut sebab belum ada ijin dari pimpinan," ujar Kabid Humas. Usai mendapat penolakan, warga memanggil mobil carteran dari desa tetangga yang jaraknya cukup jauh, kira-kira 10 km. Setelah dilarikan ke RSUD Madi, nyawa korban tidak tertolong.

Keterlambatan penaganan medis yang disebabkan oleh jarak dan waktu membuat korban tidak terselamatkan. Mendengar korban meninggal dunia,  warga sekitarnya, mengamuk dan membongkar camp perusahaan.
"Pekerja di camp melapor ke pos Brimob. Anggota Brimob melapor ke Polsek kemudian bersama sama anggota polsek menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Setiba di lokasi aparat kepolisian dan Brimob disambut masyarakat dengan lemparan batu dan amuk massa. Mereka sempat berusaha menghentikan namun karena jumlah personil tidak seimbang maka anggota tersebut balik kanan," ujar Kabid Humas.

sampai malam ini beredar berita tujuh orang korban yang tertembak dilarikan ke RSUD Madi, Enarotali. Dikabarkan 3 orang sedang dalam  kondisi kritis dan 4 orang warga lainnya masih bisa tertolong.
Hingga info ini diturunkan, belum ada korban yg meninggal dunia akibat tembakan aparat kepolisian.

Berikut nama-nama korban tembakan, Yohanes Pekei,  Marinus Dogopia, Yunior Pakage, Deria Pakage, Markus Pigai dan Yohanes pakage.
Sementara itu korban atas nama Yulian Pigai (23) meninggal dunia di RSUD Waghete Kabupaten Deiyai. Korban mengalami luka tembak pada kemaluan dan paha sebelah kiri yang mengakibatkan kehabisan darah. (Fani)

Dibaca 537 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.