PSU Di TPS 07 Kabupaten Yapen Ditunda | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Tampak keributan masyarakat yang akan melaksanakan pemilihan suara dikarenakan kesalahan prosedur yang dilakukan anggota PPS 07. Tampak keributan masyarakat yang akan melaksanakan pemilihan suara dikarenakan kesalahan prosedur yang dilakukan anggota PPS 07.

PSU Di TPS 07 Kabupaten Yapen Ditunda

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Pemungutan suara ulang (PSU) di TPA 07 kabupaten kepulauan Yapen terpaksa ditunda akibat kesalahan prosedur yang dilakukan anggota PPS 07 saat membuka kotak suara.
Penundaan ini bermula dari keributan oleh masyarakat yang akan melaksanakan pemilihan suara dikarenakan kesalahan prosedur yang dilakukan anggota PPS 07 pada saat membuka kotak suara dan massa yang berkumpul di TPS 07 berjumlah sekitar 200 orang.

Massa yang hadir menanyakan SK dari anggota PPS 07. Kedua pada saat membuka kotak suara tidak disaksikan oleh saksi dari para paslon dan ketiga belum dilaksanakan pengambilan sumpah janji kepada para saksi dari para Paslon yang di TPS 07 akan tetapi sudah membuka kotak suara.
Keributan ini disaksikan langsung oleh   Brigjen Pol Agus Rianto (Wakapolda Papua), Brigjen TNI Herman Asaribab (Kasdam XVII/Cend), Brigjen TNI Tedi Rustendi (Staf Kemenko Polhukam), Kolonel Inf Suranto (Staf Kemenko polhukam) , Hasim Ashari (Komisioner Hukum KPU RI),  Anugerah Fatah (Bawaslu RI), Feby Fatimena (Ketua Bawaslu Propinsi Papua) dan Musa Yosep Sombuk  selaku Komisioner Sosialisasi dan Admin KPU propinsi Papua sebagai Pelaksana PSU Kabipateb Kepulauan Yapen.
Pagi kemarin saat pelaksanaan, sekitar pukul 08.00 tampak  Tony Tesar,S.sos (Bupati Kab. Kep. Yapen) berserta istri tiba di TPS 07 untuk mengunakan hak suara dalam pemilihan suara pada PSU Kab. Kep. Yapen.
Tak lama kemudia , anggota PPS 07 membuka kotak suara dan langsung mendapat respon penolakan dari massa yang hadir dikarenakan tidak memanggil saksi-saksi.
Tampak saat itu Wakapolda dan Kasdam mencoba menangkan massa. Anggota PPS 07 dan Panwas membuat kesepakatan bahwa pelaksanaan pemilihan suara di TPS 07 akan ditunda dan dilaksanakan pada hari Kamis  di panggung pelataran Kampung Serui Jaya Distrik Yapsel.
Sementara itu, Feby Fatimena (Ketua Bawaslu Propinsi Papua) memberikan pernyataan kepada wartawan dan media yang intinya teejadi keterlambatan anggota KPPS tiba di TPS 07.
Dikatakannya pula anggta KPPS membuka kotak suara tanpa memanggil saksi karena menurut informasi yang diterima anggota PPS 07 bahwa naskah sumpah janji ada di dalam kotak suara akan tetapi setelah dibuka ternyata tidak ada naskah tersebut sehingga menimbul permasalahan.
"Pelanggaran yang fatal adalah penyalahgunaan lembar suara sedangkan yang terjadi hanya membuka kotak suara dan belum dilaksanakan pencoblosan pada lembar suara jadi ini adalah kesalahan prosedur yang dilakukan oleh petugas PPS 07 dan kami akan perbaiki pada pelaksanaan pemilihan suara di TPS 07 pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017," ujar Feby Fatimena. (Fani)

Dibaca 559 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.