Surat NFRPB Merupakan Tindakan Makar | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Ketua LMA Kabupaten Jayapura, Marthinus Maware, SH Ketua LMA Kabupaten Jayapura, Marthinus Maware, SH

Surat NFRPB Merupakan Tindakan Makar

Headline Penulis  Selasa, 25 Juli 2017 21:36 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Marthinus Maware : Rakyat Tidak Boleh Terprovokasi dengan Adanya Pernyataan Forkorus Yoboisembut



SENTANI- Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayapura, Marthinus Maware, SH, berharap kepada rakyat di Provinsi Papua dan Papua Barat, khususnya pemuda-pemudi di Tanah Papua, untuk tidak terprovokasi adanya pernyataan dari Forkorus Yoboisembut melalui Elias Ayakeding yang meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membuka diri dalam rangka dialog damai antara NFRPB dengan Pemerintah Republik Indonesia.

Berdasarkan stagmen Elias Ayakeding ketika menggelar konfrensi pers di Kota Jayapura belum lama ini, yang menyampaikan bahwa pihak NFRPB telah melayangkan surat kedua kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait penawaran perundingan dengan Pemerintah RI, sebelum pihaknya menempuh jalur diplomasi yang lebih, yaitu Sidang Mahkamah Internasional.
Surat kedua ini adalah surat terakhir mengenai permohonan tentang negosiasi damai antara NFRPB (Negara Federal Republik Papua Barat) dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) guna menuju Mahkamah Internasional.
Tindakan yang dilakukan oleh Forkorus Yoboisembut yang menganggap dirinya sebagai Presiden NFRPB itu merupakan tindakan makar dan menyeleweng dari pemerintah. Karena merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tegas Marthinus Maware, SH, ketika memberikan keterangan pers, di Jalan Thabita-Kompleks Perumahan BTN Permata Hijau, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (25/7) kemarin sore.
Untuk itu, saya harap agar rakyat di Provinsi Papua dan Papua Barat tidak terprovokasi, sambung Marthinus Maware dengan nada harap.
Marthinus menolak dengan keras pernyataan dari NFRPB tersebut. Untuk itu, selaku Kepala Suku Besar Tabi dia meminta kepada Forkorus Yoboisembut dan kelompok-kelompok seperti NFRPB dan KNPB, bahkan TPN/OPM agar tidak memprovokasi rakyat di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Saya meminta kepada dia (Forkorus) dengan kelompok-kelompok lain agar tidak melakukan tindakan provokasi terhadap masyarakat Papua. Seperti yang dilakukan Forkorus yang mengaku sebagai Presiden NFRPB, dengan cara mengirimkan surat kepada Pemerintah Indonesia sebanyak dua kali, yaitu tanggal 1 Maret dan 28 Maret 2017. Tujuannya untuk meminta dialog damai antara NFRPB dengan Pemerintah RI ini adalah suatu tindakan makar, pintanya.
Menurut Marthinus, bahwa surat yang dikirim NFRPB tersebut, merupakan surat yang tidak jelas atau surat kaleng. Maka itu masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat, jangan sampai terprovokasi oleh Forkorus Yoboisembut yang mengaku dirinya sebagai Presiden NFRPB.
Selaku kepala suku besar, saya minta kepada masyarakat, khususnya pemuda dan pemudi di Papua dan Papua Barat untuk menyongsong pembangunan di Tanah Papua. Selain itu juga, saya pesan kepada seluruh pemuda dan pemudi untuk tidak mengurusi revolusi, karena pemerintah Republik Indonesia sudah melaksanakan apa yang diserukan oleh dunia, yakni untuk mensejahterakan rakyat di wilayahnya masing-masing, tuturnya.
Kita sudah merdeka sesuai dengan amanat dari mantan Presiden Soekarno, yaitu mensejahterakan masyarakat secara pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Hal tersebut sudah diperoleh rakyat Papua dari Otonomi Khusus (Otsus), sehingga negara Republik Indonesia merupakan negara yang hebat bahkan di dunia. Karena negara Republik Indonesia telah memberikan pembangunan baik dari segi ekonomi, pendidikan dan kesehatan, tandas Marthinus Maware.

Dibaca 583 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX