Masyarakat Biak Tuntut Kasus Korupsi Bupati Thomas Ondi Dituntaskan | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Koordinator Forum Peduli Kawasa Biak, John Mandibo  saat memberikan Tututan kepada kejaksaan tinggi Papua. Koordinator Forum Peduli Kawasa Biak, John Mandibo saat memberikan Tututan kepada kejaksaan tinggi Papua.

Masyarakat Biak Tuntut Kasus Korupsi Bupati Thomas Ondi Dituntaskan

Headline Penulis  Selasa, 25 Juli 2017 01:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,– Ratusan mahasiswa Kabupaten Biak dan Mambramo Raya yang tergabung Dalam koalisi Forum Kawasa (Masyarakat) Biak (FKMB) mendatangi Mapolda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua,  menggelar aksi demo untuk meminta pihak penegak hukum serius menangani perkara korupsi yang melibatkan Bupati Biak Thomas Alva Ondi yang merugikan negara senilai Rp. 84 Miliyar.

Koordinator Forum Peduli Kawasa Biak, John Mandibo menyampaikan pihaknya tidak akan berhenti untuk mendatangi Mapolda Papua dan Kejaksaan Tinggi guna  menggelar aksi demonstrasi hingga kasus ini tuntas.
“Sejak tanggal 1 Januari 2017 lalu, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak menjadi tersangka. Tapi, kami bingung kasus ini tak juga disidangkan ke pengadilan,” jelasnya.
Dirinya  menilai kedatangannya bukan saja menuntut kepolisian untuk serius menangani perkara ini, melainkan memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dalam pemberantasan kasus korupsi.
“Informasinya berkas perkaranya sudah di limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua. Namun berkas perakra itu dikembalikan. Kami berharap kepolisian bisa segera menuntaskan kasus ini, sehingga bisa fokus ke kasus tindak pidana korupsi lainnya,” ujarnya.
Adapun pernyataan sikap yang disampaikan ke Polda Papua, kata John, dimana pihaknya berharap polisi segera  berani mengambil sikap tegas dan menjunjung keadilan  untuk memberantas korupsi dari tanah papua tanpa pandang bulu atau intervensi dari manapun.
“Kami harap setelah ditetapkan tersangka korupsi pada tanggal 1 januari tahun 2017, Bupati Biak Numfor Thomas Alva Edison Ondi segera di tangkap dan di penjara,” tegasnya.
John juga meminta proses sedang berjalan dalam tahapan pemeriksaan P19 oleh Ditrikrimsus Polda Papua  untuk melengkapi berkas korupsi Thomas Ondi egera diselesaikan dengan seadil-adilnya .
“Asset yang telah disita kepolisian, kami harapkan tak lagi digunakan oleh tersangka. Sehingga barang bukti tak bisa dihilangkan,” ujarnya.
Sementara itu, sikap yang diberikan ke Kejaksaan Tinggi Papua, Joh meminta agar kejaksaan berani mengambil sikap tegas atas kasus ini.
“Polda Papua akan limpahkan berkas P21, sehingga kami berharap kejaksaan segera menetapkannya, sehingga kasus ini bisa segera disidangkan dipengadilan,” tegasnya.
John menilai kejakasaan Tinggi Papua gagal dalam mengambil sikap dan kebijakan  untuk mengungkap kasus korupsi yang meraja rela di bumi papua. “Kasus korupsi bupati biak sudah cukup  lama dan terus dibiarkan berlarut rakyat harus  dibela oknum koruptor yang merusak negeri dan tanah air segera di tangkap,” pungkasnya.
Sebatas diketahui, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011-2013 yang merugikan negara hingga Rp. 84 Miliyar.
Thomas Alfa Edison Ondi sendiri dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 (1) KUH Pidana dan Pasal 3 UU RI No.8 Tahun 2010 tantang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Ridwan)

Dibaca 1416 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX