Data Korban Deiyai Dari Pemerintah Beda Dengan Pihak Gereja | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa

Data Korban Deiyai Dari Pemerintah Beda Dengan Pihak Gereja

Sosial & Politik Penulis  Senin, 24 Juli 2017 04:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Data kematian bayi dan balita  di Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai yang diberikan pihak gereja berbeda dengan data milik pemerintah.
Pemerintah menyebut ada 27 bayi dan balita meninggal dunia dan pihak gereja mencatat sebanyak 50 orang bayi dan balita.

“Ini ada perbedaan yang cukup singnifikan. Sejauh ini data yang kami gunakan berpedoman pada data pemerintah, dan data tersebut berdasarkan hasil laporan dari Kepala Distrik Tigi Barat,” ungkap Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Deiyai dan kabupaten sekitarnya, Laurenzus Kadepa kepada wartawan via selularnya, Minggu (23/7)
Ia mengaku, tidak ada data yang dikurangi atau ditambahkan. Sehinga, jika ada data baru dari pihak gereja, hendaknya data tersebut disampaikan.
Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya temuan tersebut, pemerintah harus lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada publik di kampung. Alat-alat kesehatan, tenaga medis dokter, karena ini sangat terbatas dan memang mereka juga kendala dan meminta bantuan ke provinsi. Pemda juga mengadu ke kami," ujarnya.
Ia meminta juga minta pemda melakukan penyuluhan sosialisasi pentingnya hidup sehat kepada masyarakat dan jangan bosan. Pemkab diminta sungguh-sungguh dan punya komitmen kepada menekan angka kematian.
"Mengenai perbedaan lapangan gereja dan pemda, perlu ada tim dari dinkes Papua, kementerian kesehjatan RI atau pemerhati kesehatan independen turun lakukan investigasi pastikan jumlah korban dan seprti apa status kasus ini. Wabah atau musibah. Dari awal sudah kami tegaskan ini," katanya.
Lebih lanjut Kadepa, jika perlu dipastikan informasinya berapa jumlah korban sebenarnya dan seperti apa statusnya. Apakah wabah atau musibah.
"Di DPRP sendiri saya akan sampaikan kepada anggota lain dari dapil tiga dan menyampaikan kepada pimpinan sesuai mekanisme agar seperti apa langkah DPRP," imbuhnya.
Untuk, kata Kadepa pihaknya memakai laporan pemerintah karena pemerintah memberikan data dan pihak gereja belum memberikan data. Selain itu, pihaknya ke Deiyai karena ada pengaduan dari bupati Deiyai.
"Soal koordinasi kerja itu ada di kabupaten baik antar gereja dengan pemerintah. Memang wacana tim Kemenkes akan turun kami harap segera turun. Sampai sekarang saya belum dengar apakah sidah turun atau seperti apa," katanya. (Tiara)

Dibaca 348 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.